JAKARTA, Cobisnis.com – Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2024, Indonesia menempati peringkat keempat negara ASEAN dengan prevalensi diabetes tertinggi sebesar 11,3 persen.
Berikut daftar 11 negara ASEAN dengan prevalensi diabetes tertinggi.
1. MalaysiaMalaysia menempati posisi pertama dengan prevalensi diabetes mencapai 16,8 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN berdasarkan data IDF 2024.
2. Brunei DarussalamBrunei berada di posisi kedua dengan prevalensi 16,3 persen. Negara ini juga termasuk yang memiliki beban penyakit diabetes cukup tinggi di kawasan.
3. SingapuraSingapura menempati urutan ketiga dengan prevalensi diabetes sebesar 12,9 persen. Meski memiliki sistem kesehatan maju, diabetes masih menjadi perhatian utama di negara tersebut.
4. IndonesiaIndonesia berada di posisi keempat dengan prevalensi 11,3 persen. Data IDF memperkirakan lebih dari 20 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes pada 2024.
5. ThailandThailand mencatat prevalensi diabetes sebesar 11,2 persen. Angkanya hanya terpaut tipis dari Indonesia dalam daftar terbaru IDF.
6. FilipinaFilipina berada di urutan keenam dengan prevalensi 8,3 persen. Penyakit diabetes masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di negara tersebut.
7. MyanmarMyanmar memiliki prevalensi diabetes sebesar 7,9 persen. Angka tersebut menempatkannya di posisi ketujuh di antara negara-negara ASEAN.
8. LaosLaos mencatat prevalensi diabetes 6,4 persen. Meski lebih rendah dibanding negara tetangga, penyakit ini tetap menjadi perhatian sektor kesehatan.
9. KambojaKamboja memiliki prevalensi diabetes sebesar 5,8 persen. Pemerintah setempat terus meningkatkan upaya pencegahan penyakit tidak menular, termasuk diabetes.
10. VietnamVietnam berada di posisi kesepuluh dengan prevalensi 5,0 persen. Angka tersebut termasuk yang terendah di kawasan ASEAN.
11. Timor-LesteTimor-Leste menempati posisi terakhir dalam daftar dengan prevalensi diabetes 4,8 persen. Meski paling rendah di ASEAN, upaya pencegahan dan deteksi dini tetap menjadi fokus di negara tersebut.
Data IDF menunjukkan diabetes masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Asia Tenggara. Peningkatan gaya hidup sehat, deteksi dini, dan pengendalian faktor risiko menjadi langkah penting untuk menekan jumlah penderita di kawasan.