12.880 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan

Oleh Desti Dwi Natasya pada 21 Aug 2026, 14:16 WIB

Pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan (Foto/Kemenhut)

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi Kalimantan dengan mengerahkan 12.880 personel gabungan.

Operasi tersebut mencakup wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan dengan melibatkan unsur pemerintah, aparat, pelaku usaha, relawan, serta masyarakat.

“Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” tulis Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (21/08/2026).

Dari total personel tersebut, sebanyak 1.410 orang ditempatkan di Kalimantan Barat, 10.700 orang di Kalimantan Tengah, dan 770 orang di Kalimantan Selatan.

Petugas melakukan pemantauan titik panas dan laporan masyarakat, patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, hingga pemadaman dari darat.

Penanganan juga mencakup pembasahan dan pendinginan area terbakar, penyekatan lokasi, serta penjagaan kawasan rawan untuk mencegah munculnya kembali api.

Koordinasi dilakukan melalui posko terpadu yang menentukan lokasi prioritas sekaligus mengarahkan personel dan peralatan sesuai kondisi di lapangan.

Operasi tersebut didukung kendaraan, pompa, selang pemadaman, flexible tank, alat komunikasi, serta alat pelindung diri.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan udara berupa helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.

Selain memperkuat personel dan peralatan, pemerintah membangun serta mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas untuk memastikan ketersediaan sumber air.

Langkah tersebut diperlukan karena sumber air permukaan semakin terbatas akibat kondisi kering yang masih berlangsung.

Ketersediaan air menjadi perhatian khusus di lahan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul jika proses pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.