41% Orang Indonesia Belum Kenal Pneumonia Pneumokokus

Oleh Rizki Meirino pada 24 Sep 2026, 17:07 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebanyak 41% orang dewasa Indonesia belum pernah mendengar tentang pneumonia pneumokokus berdasarkan survei terbaru YouGov. Sementara itu, 44% responden mengaku pernah mendengar istilah tersebut tetapi belum memahami kondisi yang dimaksud, dan hanya 15% yang mengenal sekaligus memahaminya.

Survei tersebut juga menunjukkan hanya 28% responden yang mengetahui bahwa orang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia serius. Temuan ini menjadi perhatian karena 55% orang dewasa Indonesia secara rutin merawat orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua.

Pneumonia pneumokokus merupakan infeksi paru yang disebabkan bakteri Streptococcus pneumoniae dan masih kerap disalahartikan sebagai penyakit pernapasan lain. Sebanyak 20% responden bahkan menganggap pneumonia pada dasarnya sama dengan flu, sementara 48% lainnya memilih jawaban netral dalam survei tersebut.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Joyce Bratanata, menjelaskan pneumonia dan flu merupakan penyakit berbeda meskipun keduanya dapat menimbulkan gejala seperti batuk dan demam. Ia mengingatkan masyarakat untuk memeriksakan sesak napas atau nyeri dada kepada dokter, sedangkan kesulitan bernapas parah atau kebingungan mendadak membutuhkan penanganan darurat.

Survei juga memperlihatkan masyarakat lebih banyak mengaitkan risiko pneumonia serius dengan penyakit paru yang sudah ada dibandingkan kondisi lain. Sebanyak 42% responden menyebut penderita penyakit paru sebagai kelompok berisiko, sementara hanya 11% menyebut penyakit jantung dan 9% menyebut diabetes.

Menurut dr. Joyce, bertambahnya usia dapat membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi, sedangkan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis dapat meningkatkan risiko penyakit pneumokokus. Karena itu, keluarga dinilai perlu memahami kondisi kesehatan orang tua dan berkonsultasi dengan dokter sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Temuan tersebut disampaikan Pfizer Indonesia saat meluncurkan kampanye edukasi “Lindungi Napasmu Jaga Momen Berarti” di Jakarta pada 24 September 2026. Kampanye ini mengajak masyarakat, terutama orang dewasa yang merawat orang tua atau kerabat lansia, untuk memahami risiko kesehatan dan membicarakannya bersama tenaga kesehatan.

Di sisi lain, sebanyak 77% responden menyatakan kemungkinan besar akan berkonsultasi dengan dokter mengenai upaya melindungi diri dari penyakit pernapasan serius. Namun, hanya 24% yang mengaku pernah melakukan konsultasi tersebut, sehingga kampanye mendorong masyarakat membawa pertanyaan sederhana saat kunjungan dokter, yaitu apakah dirinya atau orang tua berisiko terkena pneumonia.

Kampanye tersebut juga menyoroti persiapan kesehatan bagi masyarakat yang akan menjalani perjalanan haji atau umrah. Di antara responden Muslim, 43% berencana menunaikan haji atau umrah dalam dua tahun ke depan, sementara 57% telah mengantisipasi risiko penyakit pernapasan selama perjalanan.

Bagi keluarga yang memiliki anggota berusia 50 tahun ke atas atau hidup dengan penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, maupun penyakit paru kronis, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu memahami risiko pribadi. Dokter juga mengingatkan pentingnya mengendalikan penyakit kronis, tidak merokok, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker di kondisi tertentu, serta mendiskusikan imunisasi dewasa sesuai usia dan kondisi kesehatan.