JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan yang ramai diperbincangkan. Di tengah kritik, sejumlah temuan lapangan mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.
Tokoh pemuda Ahmad Alimudin menilai MBG mulai membuktikan manfaatnya. Ia mengutip hasil riset lapangan yang melibatkan sekitar 1.800 orang tua siswa di beberapa daerah.
Studi tersebut dilakukan di wilayah Cilacap, Semarang, dan Surakarta. Hasilnya menunjukkan pengeluaran harian keluarga menjadi lebih ringan setelah program berjalan.
Orang tua kini lebih jarang menyiapkan bekal dan menyesuaikan uang jajan anak. Kondisi ini dinilai membantu terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Lebih dari 80 persen keluarga berpenghasilan rendah juga mendukung kelanjutan program ini. Mereka merasa lebih tenang karena anak mendapatkan makanan bergizi secara rutin di sekolah.
Selain itu, sekitar delapan dari sepuluh orang tua melihat perubahan positif. Anak-anak menjadi lebih rutin makan dan jarang melewatkan waktu makan.
Dampak lain terlihat di wilayah Sumba Barat Daya. Program ini turut membuka lapangan kerja dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Ke depan, pemerintah berencana memfokuskan MBG pada keluarga prasejahtera. Evaluasi berbasis data dinilai penting agar manfaat program benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.