AI Tidak Benar-Benar Menggantikan Pekerjaan, Tetapi Mengubah Cara Kerja pada 2026

Oleh Zahra Zahwa pada 11 May 2026, 16:49 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan buatan atau AI belum benar-benar mengambil alih seluruh pekerjaan manusia pada 2026. Sebaliknya, teknologi ini mengubah cara karyawan menyelesaikan tugas sehari-hari.

Selama setahun terakhir, kekhawatiran terhadap AI terus meningkat. Banyak perusahaan memang memangkas jumlah pekerja sambil memperluas penggunaan AI.

Menurut Challenger, Gray & Christmas, AI menjadi alasan utama pemutusan hubungan kerja pada April. Namun, para ahli menilai situasi di tempat kerja tidak sesederhana itu.

Perusahaan umumnya memakai AI untuk mengotomatisasi sebagian tugas. Karena itu, perusahaan tetap membutuhkan manusia untuk menangani pekerjaan yang lebih kompleks.

Mitra senior McKinsey & Company, Alexis Krivkovich, mengatakan sangat sedikit pekerjaan yang bisa diotomatisasi sepenuhnya. Menurut riset McKinsey, AI secara teknis dapat mengotomatisasi 57 persen aktivitas kerja.

Namun, kemampuan itu tersebar di berbagai bagian tugas dalam organisasi.