Jamkrindo

Analisis Fosil Ubah Pemahaman Ilmuwan Tentang Lama Pertumbuhan T. Rex

Oleh Zahra Zahwa pada 18 Jan 2026, 10:22 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Tyrannosaurus rex ternyata hidup lebih lama dan membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai ukuran maksimal dibandingkan perkiraan sebelumnya, menurut sebuah studi terbaru. Selama ini, para ilmuwan menghitung cincin pertumbuhan tahunan pada tulang kaki T. rex yang telah menjadi fosil untuk memperkirakan usia saat mati dan kecepatan pertumbuhannya menuju ukuran dewasa.

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa dinosaurus ini biasanya berhenti tumbuh sekitar usia 25 tahun dan hidup hingga sekitar 30 tahun. Namun, studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal PeerJ pada Rabu mengungkapkan temuan berbeda. Tim peneliti menggunakan cahaya terpolarisasi untuk menampilkan cincin pertumbuhan yang sebelumnya tidak terlihat pada 17 spesimen T. rex.

Hasil analisis menunjukkan bahwa T. rex baru mencapai ukuran maksimalnya sekitar 8 ton pada usia 35 hingga 40 tahun. Berbeda dengan cincin pertumbuhan pada pohon, cincin pertumbuhan dinosaurus hanya merekam 10 hingga 20 tahun terakhir kehidupan individu tersebut.

Karena spesimen yang diteliti mencakup rentang usia dari juvenil hingga dewasa, para peneliti menyusun gambaran pertumbuhan T. rex menggunakan pendekatan statistik baru yang menggabungkan data dari individu-individu dengan usia berbeda. Dengan dataset terbesar yang pernah dikumpulkan untuk T. rex, para ilmuwan berhasil merekonstruksi riwayat pertumbuhan tahunan dinosaurus ini dan menemukan bahwa pertumbuhannya jauh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

“Alih-alih tumbuh cepat, T. rex menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam ukuran tubuh menengah sebelum akhirnya mencapai panjang tubuh sekitar 12 meter,” kata penulis utama studi, Holly Woodward, profesor anatomi di Oklahoma State University.

Ia juga menjelaskan bahwa jarak antar cincin pertumbuhan bervariasi dalam satu individu. Beberapa tahun menunjukkan pertumbuhan signifikan, sementara tahun lainnya hampir tidak ada pertumbuhan. Variasi ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan T. rex bersifat fleksibel dan kemungkinan dipengaruhi oleh ketersediaan makanan serta kondisi lingkungan.

Temuan ini membantu ilmuwan memahami mengapa T. rex begitu sukses sebagai predator puncak. Dengan pertumbuhan yang lambat dan berlangsung lama, T. rex dapat menempati berbagai ceruk makanan sepanjang hidupnya, hingga akhirnya mencapai ukuran besar yang membuatnya hanya bersaing dengan sesama T. rex.

Selain itu, perbedaan kurva pertumbuhan antarspesimen juga menambah perdebatan ilmiah mengenai kemungkinan bahwa Tyrannosaurus rex sebenarnya terdiri dari lebih dari satu spesies atau subspesies. Penelitian sebelumnya bahkan menunjukkan bahwa beberapa fosil yang dianggap T. rex remaja mungkin berasal dari spesies lain, seperti Nanotyrannus.

Meski studi ini belum dapat membuktikan secara pasti adanya spesies terpisah, para peneliti menilai bukti yang ada membuka kemungkinan tersebut. Penemuan jenis cincin pertumbuhan baru ini juga berpotensi memengaruhi cara paleontolog meneliti laju pertumbuhan dinosaurus di masa depan, karena metode yang selama ini digunakan mungkin perlu ditinjau ulang.