JAKARTA, Cobisnis.com - Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel untuk mengawal rencana aksi demonstrasi mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Kesiapan pengamanan ditandai dengan pelaksanaan apel di Lapangan Polda Metro Jaya. Personel yang diterjunkan berasal dari sejumlah satuan, termasuk Sabhara, Lalu Lintas, penegakan hukum, serta Brimob.
Selain personel, sejumlah kendaraan taktis juga disiapkan untuk menunjang pengamanan di sekitar lokasi aksi.
Demonstrasi tersebut akan digelar Front Mahasiswa Nasional (FMN) Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah kelompok mahasiswa. Aksi itu mengangkat tema "Merebut Kemerdekaan".
Ketua FMN UI Axel Wirasakti menyampaikan bahwa aksi pada 18 Agustus 2026 merupakan bagian dari rangkaian gerakan mahasiswa yang sebelumnya berlangsung pada Juni 2026.
"FMN UI bersama dengan gerakan Demokratis mahasiswa seperti BEM UI, PNJ, IPB akan menyelenggarakan aksi demonstrasi kembali, 18 Agustus 2026," kata Axel Kepada media, Selasa (18/8/2026).
Menurut Axel, sejumlah tuntutan yang dibawa mahasiswa masih berfokus pada persoalan yang dianggap berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Salah satunya adalah tuntutan agar pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka juga mendorong adanya pendidikan gratis hingga tingkat perguruan tinggi.
"Kami masih dalam komitmen yang sama, mendesak tuntutan utama rakyat untuk dimenangkan, kami tetap menuntut untuk dihentikannya program MBG dan KDMP, mahasiswa butuh pendidikan gratis sampai jenjang kuliah," ujarnya.
Mahasiswa juga menyoroti persoalan harga bahan kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM). Mereka meminta pemerintah melakukan upaya untuk menekan harga kedua kebutuhan tersebut.
Di sisi demokrasi, FMN UI menyuarakan penolakan terhadap tindakan represif dan keterlibatan militer di ranah sipil. Mereka sekaligus mendesak agar Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) dibubarkan.
"Di tambah soal demokratisasi, kami menuntut untuk dihentikannya represifitas, hentikan militerisme ranah sipil, serta bubarkan Yon TP," kata Axel.
Selain itu, FMN UI meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi dan menarik kembali pernyataan dalam pidatonya yang menurut mereka tidak menggambarkan realitas kehidupan masyarakat.
Para peserta aksi direncanakan berkumpul dan berangkat dari lingkungan kampus UI Depok sebelum menuju kawasan Bundaran HI, Jakarta.