JAKARTA, Cobisnis.com – Perjalanan iPhone pertama Apple dimulai ketika Apple menyadari masa depan musik digital tidak bisa bergantung pada iPod saja. Saat itu, para eksekutif melihat ponsel mulai memiliki fitur pemutar musik.
Menurut Tony Fadell, Apple memahami bahwa konsumen akhirnya hanya akan membawa satu perangkat utama. Karena itu, perusahaan harus memilih antara mempertahankan iPod atau menciptakan perangkat baru.
Tim Apple lalu mengembangkan iPhone pertama dengan tingkat kompleksitas yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Banyak komponen harus dirancang ulang agar perangkat bisa berfungsi stabil.
Rubén Caballero bahkan mengaku sering tidur di bawah meja kerja selama masa pengembangan. Proyek itu berjalan intens selama lebih dari dua tahun sebelum peluncuran resmi.
Versi awal perangkat sebenarnya menyerupai iPod yang bisa menelepon. Namun, roda klik khas iPod tidak mampu mendukung pengetikan pesan secara nyaman.
Karena itu, Apple mengubah arah desain ke layar sentuh penuh. Keputusan tersebut membuat seluruh aplikasi harus ditulis ulang dari awal.
Menurut mantan insinyur senior Andy Grignon, setiap aplikasi sering gagal karena sistem interaksi sentuh masih baru. Tim teknis harus memperbaiki stabilitas hampir setiap hari.
Saat pertama diluncurkan pada 2007, harga iPhone mencapai 500 dolar AS. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding banyak ponsel populer saat itu.
Meski begitu, pasar justru memberi respons di luar perkiraan internal Apple. Banyak insinyur mengaku tidak menyangka perangkat itu akan mengubah industri global.
Kini iPhone menjadi fondasi utama ekosistem Apple, termasuk Apple Watch dan AirPods. Selain itu, Apple kini menghadapi tantangan baru untuk kembali berinovasi di era kecerdasan buatan.