JAKARTA, Cobisnis.com – Arab Saudi kini memiliki maskapai nasional baru bernama Riyadh Air yang menjadi bagian dari strategi besar transformasi ekonomi negara tersebut. Kehadiran maskapai ini diharapkan memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat transportasi dan pariwisata global.
Riyadh Air pertama kali diumumkan oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, pada 2023. Maskapai ini sepenuhnya dimiliki oleh dana kekayaan negara atau Public Investment Fund (PIF) yang menjadi motor utama program Vision 2030.
Maskapai tersebut dipimpin oleh Tony Douglas, sosok yang sebelumnya dikenal sebagai mantan CEO maskapai Etihad Airways. Di bawah kepemimpinannya, Riyadh Air menargetkan pertumbuhan agresif dalam beberapa tahun ke depan.
Riyadh Air telah membuka penjualan tiket publik dan mulai mengoperasikan rute internasional dari Riyadh ke London Heathrow. Rute tersebut menjadi langkah awal sebelum ekspansi ke berbagai kota besar dunia lainnya.
Maskapai ini menargetkan dapat melayani lebih dari 100 destinasi domestik dan internasional pada 2030. Ambisi tersebut membuat Riyadh Air diproyeksikan menjadi pesaing baru bagi maskapai besar kawasan Teluk seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad.
Untuk mendukung ekspansi, Riyadh Air telah memesan puluhan pesawat modern dari Boeing dan Airbus. Armada masa depannya mencakup Boeing 787 Dreamliner, Airbus A321neo, dan Airbus A350 yang akan digunakan untuk berbagai rute jarak dekat hingga jarak jauh.
Pemerintah Arab Saudi berharap kehadiran Riyadh Air dapat meningkatkan konektivitas internasional sekaligus mendorong sektor wisata dan investasi. Maskapai ini juga diperkirakan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nonmigas dan penciptaan lapangan kerja baru.
Dengan dukungan investasi besar dan target ekspansi yang ambisius, Riyadh Air menjadi salah satu proyek strategis terpenting dalam transformasi Arab Saudi. Maskapai baru tersebut diharapkan memainkan peran penting menjelang penyelenggaraan berbagai agenda internasional besar yang akan digelar negara itu pada dekade ini.