Arus Mudik Diperkirakan Dimulai 13 Maret, 9 Juta Orang Bersiap Pulang Kampung

Oleh Hidayat Taufik pada 09 Mar 2026, 02:42 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 9 juta masyarakat akan mulai melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 pada Jumat, 13 Maret. Pergerakan tersebut diprediksi menjadi awal dimulainya arus mudik tahun ini.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa perkiraan tersebut didasarkan pada hasil survei yang dilakukan Kemenhub mengenai potensi mobilitas masyarakat selama periode mudik. Survei itu juga memperhitungkan berbagai skenario kebijakan untuk mengatur arus perjalanan.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah mendorong penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjelang Lebaran. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menyebarkan waktu perjalanan masyarakat sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu.

Menurut Dudy, tanpa penerapan WFA jumlah pergerakan masyarakat pada 13 Maret diperkirakan sekitar 4,4 juta orang.

Namun setelah kebijakan tersebut diterapkan, jumlahnya diprediksi meningkat hingga mendekati 9 juta orang.

Ia menambahkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16 hingga 17 Maret 2026. Sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 25 sampai 27 Maret 2026.

Berdasarkan simulasi Kemenhub, tanpa kebijakan WFA jumlah pemudik pada 16 Maret dapat mencapai sekitar 21,2 juta orang dan meningkat hingga sekitar 22 juta orang pada 18 Maret. Dengan penerapan kebijakan tersebut, jumlah pergerakan diperkirakan dapat ditekan menjadi sekitar 18–18,9 juta orang pada 16 Maret dan sekitar 15,6 juta orang pada 18 Maret.

Secara keseluruhan, pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

Meski demikian, Dudy menyebut pemerintah tetap melakukan berbagai langkah antisipasi karena pengalaman sebelumnya menunjukkan realisasi jumlah pemudik bisa lebih tinggi dibandingkan hasil survei.

Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia juga memperkirakan puncak arus mudik Lebaran terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 14–15 Maret, sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026.