JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Amerika Serikat melarang impor baru robot humanoid dan robot berkaki empat dari produsen luar negeri. Kebijakan tersebut menyasar produk yang dinilai berisiko terhadap keamanan nasional.
China selama ini menjadi pemasok utama robot humanoid di pasar global. Namun, kebijakan baru itu membuat akses negara tersebut ke pasar ekspor terbesar menjadi lebih terbatas.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan larangan tersebut pada Selasa waktu setempat. Selain robot, pemerintah juga melarang impor konverter daya yang menghubungkan infrastruktur energi terbarukan dan baterai ke jaringan listrik.
Pemerintah AS menilai produk-produk tersebut membawa risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional. Karena itu, Washington memilih memperketat aturan impor di sektor teknologi strategis.
Meski begitu, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi robot yang sudah digunakan sebelum larangan diberlakukan. Dengan demikian, perangkat yang telah beroperasi tetap dapat digunakan.
Sementara itu, pembatasan terbaru menjadi bagian dari upaya AS memperkuat industri domestik dan rantai pasok nasional. Selain itu, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan terhadap teknologi buatan luar negeri.
Di sisi lain, kebijakan ini muncul ketika persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China semakin ketat. Kedua negara terus berlomba menguasai teknologi canggih, termasuk kecerdasan buatan dan robotika.
Pengamat menilai langkah tersebut dapat memengaruhi perdagangan teknologi global. Selain itu, produsen robot di berbagai negara kemungkinan akan menyesuaikan strategi bisnis mereka untuk menghadapi perubahan kebijakan AS.