JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan optimistis kesepakatan dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dapat tercapai dalam waktu dekat. Jika terealisasi, langkah tersebut diyakini akan membantu menstabilkan harga energi global.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Iran masih berlangsung dan berpeluang mencapai kesepakatan pada Rabu (5/8/2026). Menurutnya, pembukaan kembali jalur pelayaran strategis itu akan menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan di kawasan.
"Kami sedang bernegosiasi dengan Iran dan ada kemungkinan kesepakatan dapat dicapai hari ini atau besok untuk membuka selat dan mengembalikan situasi ke kondisi yang lebih normal," ujar Bessent dalam wawancara dengan CNBC, dikutip AFP, Selasa (4/8/2026).
Bessent juga menegaskan bahwa kesepakatan tersebut diharapkan menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, tanpa pembatasan terhadap kapal-kapal yang melintas.
Pernyataan itu sejalan dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengatakan Selat Hormuz dapat kembali dibuka dalam waktu singkat setelah ia membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran demi memberi ruang bagi jalur diplomasi.
Namun demikian, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya negosiasi resmi dengan Washington. Di tengah situasi tersebut, sebuah kapal kargo dilaporkan terkena proyektil tak dikenal saat melintas di Selat Hormuz, yang masih menjadi titik panas dalam hubungan kedua negara.
Meski kondisi keamanan masih belum sepenuhnya stabil, Bessent menyebut aktivitas pelayaran mulai kembali berjalan dan ratusan kapal tengah menunggu untuk melintasi jalur tersebut.
Ia menilai normalisasi pelayaran di Selat Hormuz akan berdampak positif terhadap pasokan energi dunia serta membantu menekan gejolak harga minyak di pasar internasional.