ASABRI dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Peserta

Oleh Rizki Meirino pada 06 Oct 2026, 16:50 WIB

ASABRI dan OJK Malang memperkuat literasi keuangan peserta melalui Program PUNDI, termasuk edukasi investasi dan perlindungan data di era digital.

JAKARTA, Cobisnis.com - PT ASABRI (Persero) melalui Kantor Cabang Malang berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan, investasi, serta keamanan data dan transaksi digital.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Pelatihan Pengelolaan Uang dan Dana Investasi (PUNDI) bagi peserta ASABRI di Kesdam V/Brawijaya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan peserta agar lebih cermat dalam mengambil keputusan finansial sekaligus mampu melindungi data pribadi dari berbagai risiko di era digital.

Dalam kegiatan PUNDI, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan uang dan dana investasi secara terencana serta edukasi mengenai berbagai modus penipuan keuangan.

Materi yang disampaikan OJK mencakup cara mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan, mulai dari impersonation atau penyamaran sebagai pihak maupun institusi tepercaya, phishing, social engineering, fake SMS masking, pengambilalihan akun, penawaran investasi ilegal, hingga pemalsuan bukti transfer dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

ASABRI juga mengimbau peserta untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.

Modus tersebut antara lain pihak yang mengaku sebagai petugas ASABRI dan menghubungi peserta dengan alasan pembaruan aplikasi ASABRI STAR, ASABRI Mobile Apps, maupun berbagai alasan lainnya.

Peserta juga diminta berhati-hati terhadap pihak yang mengarahkan untuk mengeklik tautan tertentu, mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, mengisi data pribadi, maupun memberikan informasi rahasia seperti kode OTP, PIN, password, dan data rekening.

Selain itu, terdapat modus pihak yang mengaku sebagai petugas pajak dan menginstruksikan peserta melakukan kewajiban pajak, pengembalian dana, pemutakhiran data, atau administrasi perpajakan, yang kemudian diarahkan untuk memberikan data pribadi dan perbankan atau melakukan transaksi tertentu.

Kepala Kantor Cabang PT ASABRI (Persero) Malang, Deni Sondana, mengimbau peserta untuk lebih cermat terhadap setiap informasi yang diterima melalui pesan maupun telepon, khususnya jika mengatasnamakan ASABRI atau instansi pemerintah.

“Kami mengimbau seluruh peserta ASABRI agar selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama apabila mengatasnamakan ASABRI maupun instansi pemerintah. Jangan memberikan data pribadi, PIN, password, maupun kode OTP kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitas dan kewenangannya. Apabila menerima informasi yang mencurigakan, segera lakukan konfirmasi melalui kanal resmi ASABRI, termasuk konfirmasi ke Kantor Cabang kami.” ujar Deni

Perkuat Kecermatan Kelola Keuangan

Dalam sesi edukasi, Senior Assistant Manager OJK Malang Muhammad Azwar Anas mengingatkan peserta agar menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan, termasuk ketika menerima tawaran investasi dan transaksi keuangan.

“Di era digital, masyarakat perlu semakin waspada karena modus penipuan berkembang semakin beragam. Jangan mudah percaya hanya karena informasi terlihat meyakinkan atau pihak yang menghubungi mengaku berasal dari institusi resmi. Pastikan legalitas dan kebenaran informasi melalui kanal resmi sebelum memberikan data, mengikuti instruksi, atau melakukan transaksi,” ujar Anas.

OJK juga memperkenalkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebagai salah satu langkah yang dapat diterapkan sebelum mengikuti suatu penawaran investasi.

Aspek legal dilakukan dengan memastikan produk atau layanan memiliki izin dari otoritas yang berwenang. Sementara itu, aspek logis dilakukan dengan mencermati apakah keuntungan atau imbal hasil yang ditawarkan masuk akal.

Bagi peserta, kegiatan PUNDI memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya mengelola keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko penipuan digital.

Nova Rudhian Pradana Yudha, peserta ASABRI dari Kesdam V/Brawijaya, mengatakan materi yang diberikan dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana mengelola uang dan dana investasi dengan lebih baik. Selain itu, kami juga diingatkan mengenai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan ASABRI maupun petugas pajak. Kami jadi lebih memahami pentingnya menjaga data pribadi, kode OTP, serta melakukan konfirmasi melalui kanal resmi sebelum mengikuti suatu instruksi.” ungkap Nova.

Ia menambahkan, informasi yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan disampaikan kepada keluarga dan rekan-rekannya agar manfaat edukasi dapat dirasakan lebih luas.

Sekretaris Perusahaan PT ASABRI (Persero), Okki Jatnika, mengatakan Program PUNDI diselenggarakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta terkait pengelolaan keuangan dan berbagai bentuk penipuan yang perlu diwaspadai.

Program tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian financial literacy campaign Bulan Dana Pensiun 2026 yang diinisiasi OJK.

“Kemudahan akses terhadap layanan keuangan dan teknologi digital perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai. Karena itu, melalui Program PUNDI, ASABRI berupaya menghadirkan ruang edukasi yang membantu peserta memahami pengelolaan keuangan secara lebih bijak, mengenali berbagai risiko yang mungkin dihadapi, serta mengambil keputusan keuangan dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab,” ujar Okki.

Melalui Program PUNDI, ASABRI tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan investasi, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan untuk mengenali risiko penipuan dan menjaga keamanan data pribadi di tengah perkembangan layanan keuangan digital.