Astra Agro Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun pada Semester I 2026

Oleh Iwan Supriyatna pada 05 Aug 2026, 13:32 WIB

(Kiri-Kanan) Direktur Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo bersama Presiden Direktur Astra Agro Lestari Djap Tet Fa berbincang usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Public Expose di Jakarta, [Rabu, 15 April 2026].

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,10 triliun. Capaian tersebut meningkat 56,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp702,12 miliar.

Peningkatan laba didukung pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp15,26 triliun hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut naik 5,62 persen secara tahunan dari Rp14,45 triliun pada semester I 2025.

Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Tingning Sukowignjo, mengatakan hasil positif tersebut diraih berkat efisiensi biaya produksi yang dilakukan perusahaan. “Kami akan terus memperkuat kinerja secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik,” ujar Tingning.

Menurutnya, Astra Agro juga mampu menjaga produksi tetap optimal di tengah proses replanting tanaman sawit yang telah memasuki usia tua. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produktivitas perusahaan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Selain efisiensi, penguatan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar global turut mendorong peningkatan pendapatan dan profitabilitas perusahaan. “Peningkatan harga CPO global memberikan dorongan terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan,” kata Tingning.

Laba bruto perseroan naik 12,53 persen menjadi Rp2,53 triliun pada akhir Juni 2026. Segmen CPO dan turunannya masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan dengan nilai Rp13,61 triliun, disusul inti sawit dan turunannya sebesar Rp1,64 triliun.

Dari sisi neraca, total liabilitas Astra Agro meningkat menjadi Rp4,25 triliun dibandingkan Rp2,89 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas naik tipis menjadi Rp24,61 triliun dari Rp24,16 triliun pada periode yang sama.

Posisi kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp5,15 triliun per 30 Juni 2026, lebih rendah dibandingkan Rp6,32 triliun pada tahun sebelumnya. Meski demikian, Astra Agro tetap mampu membukukan pertumbuhan laba yang signifikan di tengah kondisi pasar yang didukung penguatan harga CPO global.