Ayam Hidup Dijual Rp13 Ribu per Kg, Kementan Akui Harga Sudah di Bawah Modal

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 28 Jun 2026, 09:21 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Pertanian buka suara terkait anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak. Pemerintah mengakui harga di sejumlah daerah kini sudah berada di bawah biaya pokok produksi.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, mengatakan penurunan harga terjadi karena pasokan ayam lebih tinggi dibanding kemampuan pasar menyerap produksi. Kondisi tersebut membuat harga livebird terus tertekan.

Di sejumlah wilayah, harga ayam hidup di kandang dilaporkan berada di bawah HPP peternak. Peternak broiler di Jawa Barat bahkan menyebut harga livebird hanya berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.

Angka tersebut jauh di bawah biaya produksi yang mencapai Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram. Kondisi ini membuat banyak peternak mengalami kerugian dan menambah tekanan terhadap usaha perunggasan.

Kementan mengakui situasi tersebut perlu segera ditangani. Pemerintah pun mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan penyerapan ayam hidup dari peternak agar harga di tingkat kandang dapat kembali membaik.

Langkah itu dituangkan melalui surat imbauan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Juni 2026. Pemerintah juga melakukan pengendalian produksi DOC atau anak ayam umur sehari untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Kementan menilai stabilitas sektor perunggasan membutuhkan dukungan seluruh pelaku usaha serta data yang akurat antara pemerintah pusat dan daerah. Sinkronisasi data dinilai penting agar kebijakan yang diambil sesuai kondisi lapangan dan mampu membantu peternak yang kini menghadapi tekanan berat akibat harga jual yang berada di bawah biaya produksi.