Bahlil Bantah Pertemuan Terkait Surat ke Prabowo, tapi Kadin China Akui Banyak Keluhan yang Dikirim

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 19 May 2026, 20:36 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Tiga menteri Kabinet Indonesia bertemu langsung dengan puluhan pengusaha asal China dalam forum yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pertemuan itu dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sekitar 30 perusahaan yang tergabung dalam China Chamber of Commerce hadir dalam pertemuan tersebut. Diskusi difokuskan pada berbagai kendala investasi yang dihadapi perusahaan China, terutama di sektor pertambangan dan hilirisasi mineral di Indonesia.

Bahlil mengatakan pemerintah ingin memastikan investor China yang sudah beroperasi di Indonesia tetap bisa berkembang. Ia juga menegaskan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara iklim investasi dan penerimaan negara dari sektor sumber daya alam.

Salah satu permintaan utama investor adalah kepastian pasokan bahan baku untuk industri hilirisasi, khususnya nikel dan bauksit. Bahlil mengaku langsung menyetujui permintaan tersebut karena kedua komoditas itu dianggap penting bagi pengembangan industri hilirisasi nasional.

Pertemuan ini turut dikaitkan dengan surat yang sebelumnya dikirim Kadin China kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut berisi sejumlah keluhan investor terkait kebijakan investasi di Indonesia dan sempat ramai dibahas publik.

Salah satu kebijakan yang diprotes adalah aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), yang mewajibkan perusahaan menempatkan sebagian devisa ekspor di perbankan nasional selama minimal satu tahun. Investor juga menyoroti rencana kenaikan tarif royalti mineral dan batu bara yang dinilai bisa menambah beban biaya produksi.

Purbaya mengatakan pemerintah siap mencari solusi atas berbagai keluhan yang disampaikan investor China. Menurutnya, komunikasi terbuka dengan pelaku usaha penting untuk menjaga iklim investasi tetap stabil di tengah persaingan industri global yang semakin ketat.