Bangun Tidur Malah Sakit Kepala? Jangan disepelekan, Ini Dia Penyebabnya

Oleh Chodijah Febriani pada 22 Jul 2026, 05:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Sakit kepala setelah bangun tidur itu memang menyakitkan. Bukanya malah bugar, malah sakit kepala yang menyerang. Tetapi, kondisi ini jangan disepelekan, ya! Karena akibatnya fatal jika kamu sering sakit kepala di pagi hari. Karena, itu bisa jadi bukan sakit kepala biasa.

Sakit kepala yang berulang kali mengganggu tidur atau bertambah parah setiap pagi dapat memberikan petunjuk tentang apa yang mungkin terjadi di dalam tubuh. Oleh karena itu, penting mengenali indikasi tersebut sejak dini dapat mempermudah diagnosis dan, dalam beberapa kasus, mencegah komplikasi serius.

Dilansir dari laman timesofindia, Selasa (21/07/2027), menurut Dr. Mangesh Udar, Konsultan Neurologi di Manipal Hospital, Baner, Pune, India, sakit kepala yang konsisten membuat seseorang terbangun dari tidur atau menjadi lebih parah di pagi hari harus diperiksa segera mungkin.

"Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi banyak orang adalah sakit kepala. Stres, kurang tidur, dehidrasi, dan migran adalah penyebab umum sakit kepala. Namun, para dokter menyarankan untuk memberikan perhatian khusus pada sakit kepala yang menyebabkan seseorang terbangun di pagi hari atau memperburuk gejala mereka," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr Udar menjelaskan sakit kepala jenis ini tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya masalah mendasar yang perlu diperiksa oleh dokter.

"Namun, ini tidak berarti bahwa gejala tersebut selalu mengindikasikan penyakit berbahaya. Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah peningkatan tekanan intrakranial, yang berarti tekanan di dalam tengkorak menjadi lebih tinggi dari biasanya," jelasnya.

Dr. Udar menjelaskan, sakit kepala di pagi hari dapat dikaitkan dengan peningkatan tekanan intrakranial. Tumor otak, pendarahan, edema (pembengkakan), atau penumpukan tekanan cairan serebrospinal semuanya dapat menyebabkan gejala semacam ini.

Seseorang dapat mengalami perubahan pola pernapasan dan posisi tubuh saat tidur, yang dapat meningkatkan tekanan cairan serebrospinal di dalam kepalanya dan memperparah sakit kepalanya saat terbangun.

Tetapi, Dr. Udar mengatakan, kalau tidak setiap sakit kepala di pagi hari berkaitan dengan gangguan otak. Faktor-faktor seperti kualitas tidur yang buruk, obstructive sleep apnea (henti napas saat tidur), tekanan darah tinggi, penggunaan obat yang berlebihan, dan migrain juga dapat mengakibatkan sakit kepala tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sakit kepala yang perlu diwaspasai adalah terjadi hal-hal yang tidak biasa terjadi.

"Ada beberapa gejala sakit kepala yang harus menjadi tanda bahaya, misalnya, jika  muntah berulang kali tanpa adanya keluhan lambung, mengalami penglihatan kabur atau ganda, merasakan kelemahan pada lengan atau kaki, mengalami kesulitan berbicara, kebingungan, kejang, kehilangan keseimbangan, atau mengalami perubahan pada memori atau kepribadian."

"Selain itu, sakit kepala yang semakin memburuk selama beberapa hari atau minggu, mengganggu tidur, atau tidak merespons obat yang dijual bebas harus segera diperiksakan secepat mungkin," tambahnya.

Terakhir, Dr. Udar menekankan mengapa penting sekali memperhatikan pola sakit kepala.

"Meskipun banyak sakit kepala biasanya bersifat jinak, waktu dan pola gejalanya sangat penting untuk mengidentifikasi adanya potensi masalah. Seseorang harus mencari bantuan medis dan bukannya mengobati sendiri untuk sakit kepala yang sering membangunkan mereka di malam hari dan membuat setiap pagi terasa lebih buruk daripada hari sebelumnya."

"Selain memungkinkan deteksi dini terhadap masalah-masalah besar, diagnosis sakit kepala yang tepat waktu juga membantu menghindari efek serius jangka panjang terhadap kesehatan," tukasnya.