JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri global bond mencatat keberhasilan penerbitan surat utang senilai USD 750 juta di pasar internasional. Oleh karena itu, Bank Mandiri menunjukkan resiliensi di tengah dinamika global yang penuh tekanan.
Penerbitan ini memiliki tenor lima tahun dengan tingkat kupon sebesar 5,25 persen. Selain itu, permintaan investor mencapai 3,3 kali dari target sehingga mencerminkan minat global yang sangat tinggi.
Bank Mandiri menjadi emiten pertama di Asia Tenggara yang kembali masuk pasar obligasi global. Namun demikian, langkah ini dilakukan setelah ketegangan geopolitik meningkat di kawasan Timur Tengah sejak Februari 2026.
Dalam kondisi pasar yang tidak stabil, Bank Mandiri memilih momentum yang tepat saat pembukaan pasar Asia. Kemudian, strategi intraday execution diterapkan untuk mengurangi risiko sekaligus memanfaatkan peluang pasar.
Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas transaksi dan menarik minat investor global. Selain itu, rekam jejak kuat Bank Mandiri turut mendukung kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan.
Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyampaikan bahwa minat investor sangat tinggi. Oleh karena itu, kondisi ini menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental perusahaan dan ekonomi Indonesia.
Surat utang ini memperoleh peringkat BBB dari lembaga pemeringkat internasional terkemuka. Sementara itu, distribusi investor didominasi oleh fund manager serta asset manager dari berbagai kawasan global.
Investor berasal dari Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat offshore. Oleh karena itu, diversifikasi ini memperkuat posisi Bank Mandiri dalam menjaga kepercayaan pasar internasional secara berkelanjutan.