JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan ekosistem inklusi keuangan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Langkah ini dilakukan dengan memperluas akses layanan perbankan, pembiayaan produktif, pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), hingga pendampingan UMKM.
Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni 2026. Bank Mandiri menilai akses layanan keuangan yang mudah, aman, dan nyaman menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat. “Bank Mandiri meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif merupakan pilar penting bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Hingga akhir 2025, Bank Mandiri memiliki 111.035 Mandiri Agen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut telah membantu pembukaan sekitar 3,5 juta rekening baru, melayani 963 ribu debitur KUR, serta mendukung pengelolaan 531 koperasi desa dan kecamatan.
Di sektor pembiayaan, Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp40,99 triliun sepanjang 2025 kepada 355.658 pelaku UMKM. Sebanyak Rp25,13 triliun atau 61,54 persen dari total penyaluran disalurkan ke sektor produksi, dengan pertanian menjadi penerima terbesar.
Selain mendukung UMKM di dalam negeri, Bank Mandiri juga menjalankan Program Kelompok Belajar (Pokjar) bagi 21.074 Pekerja Migran Indonesia di berbagai negara. Program tersebut menghadirkan edukasi literasi keuangan, akses layanan perbankan formal, serta kemudahan remitansi melalui Mandiri International Remittance di Malaysia.
Bank Mandiri juga terus meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui Rumah BUMN dan program Wirausaha Muda Mandiri. Sepanjang 2025, sebanyak 17.600 UMKM memperoleh pendampingan, sementara program WMM melahirkan 20 finalis wirausaha terbaik dari berbagai daerah.
Henry menegaskan seluruh inisiatif tersebut dirancang untuk memperluas akses keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, Bank Mandiri ingin terus menghadirkan manfaat nyata melalui pembiayaan produktif, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekosistem ekonomi yang berdampak luas.