JAKARTA, Cobisnis.com - Menjaga pola hidup sehat menjadi bagian dari keseharian Monica Yunitasari, 33 tahun. Ia rutin berolahraga di gym dan pilates, menjaga pola makan, serta berusaha tidur sebelum pukul 22.00.
Bagi Monica, kebiasaan tersebut merupakan investasi untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Namun, pengalaman kehilangan beberapa teman di usia yang masih relatif muda sekitar tiga tahun lalu membuatnya menyadari bahwa hidup sehat perlu disertai perlindungan kesehatan yang memadai.
Sebagian teman Monica diketahui telah memiliki asuransi kesehatan. Meski demikian, pengalaman tersebut membuat Monica mempertanyakan apakah perlindungan yang dimiliki seseorang sudah cukup untuk menghadapi risiko ketika berada dalam kondisi kritis.
"Jujur kaget banget ketika tahu beberapa teman meninggal di usia muda membuat saya sadar bahwa selain menjaga kesehatan, kita juga perlu memiliki perlindungan yang benar-benar komprehensif dan bisa diandalkan saat dibutuhkan," ujar Monica.
Sejak saat itu, Monica mulai mempertimbangkan asuransi kesehatan sebagai bagian dari persiapannya menghadapi risiko yang tidak dapat diprediksi.
Kebutuhan tersebut semakin terasa di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan yang terjadi dari tahun ke tahun.
Berdasarkan Mercer Marsh Benefits Health Report 2026 yang diterbitkan pada November 2025, inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8% pada 2026.
Angka tersebut berada jauh di atas rata-rata negara-negara Asia yang diperkirakan berada di kisaran 11%-12%. Kenaikan biaya kesehatan antara lain dipengaruhi harga obat-obatan, penggunaan teknologi medis, serta ketergantungan terhadap bahan baku obat dan alat kesehatan impor yang turut terpengaruh fluktuasi nilai tukar.
Gambaran kenaikan biaya juga terlihat dari rata-rata biaya operasi usus buntu di jaringan rumah sakit rekanan PRUPriority Hospitals yang meningkat dari sekitar Rp55 juta pada 2023 menjadi Rp69 juta pada 2025.
Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan kondisi tersebut menunjukkan semakin eratnya hubungan antara kesehatan dan ketahanan finansial masyarakat.
“Kenaikan biaya kesehatan yang terus melampaui inflasi umum menjadi pengingat bahwa kesehatan dan ketahanan finansial kini semakin tidak terpisahkan. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan, yang tidak hanya hadir ketika terjadi risiko, tetapi juga mendorong perilaku hidup sehat sehari-hari. Kami percaya bahwa masa depan perlindungan kesehatan bukan hanya tentang membayar klaim, tetapi membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih terlindungi, dan lebih siap menghadapi berbagai ketidakpastian di masa depan. Semangat ini sejalan dengan komitmen Prudential untuk mewujudkan janji, jadi nyata bagi setiap nasabah, melalui perlindungan yang relevan, layanan yang mudah diakses, serta dukungan yang membantu mereka menjaga kesehatan dan mencapai masa depan yang lebih baik," ujar Yosie.
Alasan Monica Beralih Asuransi
Bagi Monica, memiliki asuransi bukan berarti mengabaikan gaya hidup sehat. Justru keduanya dinilai perlu berjalan beriringan.
Setelah mendapat penjelasan dari Mitra Bisnis Prudential Indonesia, Monica memilih beralih dari produk asuransi kesehatan sebelumnya ke PRUWell Medical.
Salah satu pertimbangannya adalah konsep penghargaan bagi nasabah yang menjaga kesehatan dan memiliki riwayat klaim yang bersih selama tahun berjalan.
"Kalau di beberapa produk lain, kenaikan premi ditentukan secara merata termasuk orang yang sebenarnya sehat. Di PRUWell Medical, Nasabah yang menjaga kesehatannya dan memiliki riwayat klaim yang bersih selama tahun berjalan bisa mendapatkan apresiasi berupa potongan biaya premi. Menurut saya, pendekatan seperti ini terasa lebih adil," katanya.
PRUWell Medical memberikan perlindungan mulai dari manfaat pra-rawat inap, rawat inap, hingga pasca-rawat inap dan perawatan lanjutan sesuai ketentuan polis.
Nasabah juga dapat memperoleh akses ke lebih dari 1.700 jaringan PRUPriority Hospitals di Indonesia, termasuk rumah sakit pemerintah, serta rumah sakit di luar negeri sesuai dengan plan yang dipilih.
Melalui PRUWell Rewards, nasabah yang tetap sehat dan tidak melakukan klaim selama satu tahun polis berkesempatan memperoleh premium reward hingga 20%, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
"Bagi saya, reward bukan sekadar soal potongan premi, tetapi bentuk apresiasi bagi Nasabah yang berusaha menjaga kesehatannya," ujar Monica.
Selain produk perlindungan, Prudential Indonesia juga menyediakan layanan digital melalui PRUServices yang memungkinkan nasabah mengelola polis, mengajukan klaim cashless, serta memantau status penjaminan dalam satu platform.
Ada pula PRUPoints yang memberikan apresiasi kepada nasabah atas komitmen menerapkan gaya hidup sehat melalui berbagai manfaat tambahan.
Bagi Monica, pengalaman pribadi dan kondisi biaya kesehatan saat ini membuat perlindungan menjadi bagian penting dari persiapan masa depan.
Menjaga kesehatan tetap menjadi langkah utama, tetapi memiliki perlindungan yang sesuai juga menjadi cara untuk menghadapi risiko ketika kondisi tidak berjalan sesuai rencana.