JAKARTA, Cobisnis.com – Dua bintang serial hit HBO Max “Heated Rivalry”, Connor Storrie dan Hudson Williams, resmi ditunjuk sebagai pembawa obor Olimpiade Musim Dingin mendatang yang akan digelar di Milan–Cortina. Keduanya dikenal lewat peran sebagai pemain hoki yang terlibat dalam kisah asmara rahasia dalam serial tersebut.
Storrie dan Williams termasuk di antara sejumlah tokoh publik yang mendapat kehormatan membawa Api Olimpiade dari Roma menuju Milan, menjelang upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Milan pada 6 Februari mendatang. Hingga kini, belum diumumkan secara pasti pada etape mana keduanya akan tampil dalam rangkaian estafet obor.
Penunjukan ini semakin menegaskan lonjakan popularitas kedua aktor tersebut. Sejak “Heated Rivalry” tayang perdana pada 28 November lalu dan menjelma menjadi fenomena budaya pop, Storrie dan Williams berubah dari aktor yang relatif kurang dikenal menjadi dua nama paling panas di Hollywood saat ini.
Hudson Williams bahkan disebut nyaris dikerumuni penggemar saat menghadiri acara “The Tonight Show with Jimmy Fallon” pada 7 Januari. Seorang petugas keamanan NBC menyebut antusiasme itu hanya pernah ia lihat sebelumnya pada sosok sebesar Harry Styles. Sementara itu, “Late Night with Seth Meyers” sampai mengumumkan tidak menyediakan tiket antrean langsung untuk penampilan Connor Storrie pada 12 Januari karena tingginya permintaan.
Popularitas “Heated Rivalry” merambah ke berbagai ruang budaya pop. Jaringan pusat kebugaran SoulCycle mengadakan kelas bertema serial ini, bar-bar LGBT+ menggelar acara nonton bareng, dan media sosial dipenuhi meme yang terinspirasi dari kisah Shane Hollander dan Ilya Rozanov.
Serial yang diadaptasi Jacob Tierney dari novel seri “Game Changers” karya Rachel Reid ini mengisahkan hubungan delapan tahun antara Shane Hollander, pemain hoki asal Kanada yang diperankan Williams, dan Ilya Rozanov, bintang hoki Rusia yang diperankan Storrie. Keduanya adalah rival sengit di atas es, namun memiliki hubungan pribadi yang intens di balik layar.
Kesuksesan serial ini sebagian besar didorong oleh promosi dari mulut ke mulut. Banyak pengamat menilai “Heated Rivalry” memberi dampak signifikan pada budaya pop, khususnya dalam menggambarkan kompleksitas hubungan gay yang tersembunyi di dunia olahraga profesional yang kerap dipersepsikan sangat maskulin.