Bisa Bikin Diare, Minyak Zaitun Tidak Boleh dikonsumsi Berlebihan

Oleh Chodijah Febriani pada 30 Sep 2026, 11:25 WIB

Minyak Zaitun - pexels/Pixabay

JAKARTA, Cobisnis.com - Bagi kamu yang sedang berusaha menurunkan berat badan atau beralih ke gaya hidup yang lebih sehat, minyak zaitun sering kali menjadi pilihan untuk memasak makanan.

Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk jantung dan antioksidan, dan banyak yang menganggapnya sebagai alternatif yang lebih sehat daripada mentega, dan lemak jenuh lainnya.

Namun, apakah itu berarti kamu dapat menggunakannya tanpa batasan? Tidak juga.

Meskipun minyak zaitun memiliki beberapa manfaat kesehatan, mengonsumsi terlalu banyak dapat menambah kalori berlebih dalam diet, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan dan masalah pencernaan.

"Minyak zaitun adalah salah satu lemak paling sehat yang dapat Anda tambahkan ke dalam diet Anda, tetapi lebih banyak belum tentu lebih baik," ungkap Dr. K. Seshi Kiran, Konsultan Senior Dokter Umum, Rumah Sakit Yashoda, Hyderabad, dikutip dari Indianexpress, Rabu (30/9/2026).

Senada dengan hal ini, menurut Dr. Manjusha Agarwal, Konsultan Senior, Penyakit Dalam, Rumah Sakit Gleneagles, Parel, Mumbai , mengatakan minyak zaitun adalah sumber lemak tak jenuh yang sehat, tetapi tetap tinggi kalori.

"Mengonsumsi dalam jumlah besar secara teratur dapat menambah kalori berlebih tanpa kamu sadari. Seperti makanan sehat lainnya, moderasi adalah kunci untuk mendapatkan manfaatnya," jelasnya.

Lantas, apa yang terjadi jika dikonsumsi berlebihan?

Dengan sekitar 120 kalori per sendok makan, minyak zaitun dapat secara diam-diam meningkatkan asupan kalori harian kamu jika tidak memperhatikan porsinya.

"Mengonsumsi minyak zaitun secara berlebihan setiap hari dapat meningkatkan asupan kalori Anda, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara bertahap ," kata Dr. Agarwal.

Konsumsi berlebihan juga dapat memengaruhi sistem pencernaan. Beberapa orang mungkin juga mengalami kembung, diare, atau ketidaknyamanan perut terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar sekaligus.

Dr. Kiran mengatakan beberapa orang mungkin juga mengalami mual atau diare, terutama setelah mengonsumsi dalam jumlah besar atau minum minyak zaitun saat perut kosong.

“Seharusnya itu menjadi bagian dari diet seimbang, bukan sumber kalori utama," jelasnya.

Siapa yang seharusnya lebih berhati-hati?

Seperti yang dijelaskan Dr. Agarwal, penderita sindrom iritasi usus (IBS), penyakit kantung empedu, atau mereka yang rentan terhadap diare mungkin lebih sensitif terhadap jumlah minyak zaitun yang banyak. Mereka yang mencoba menurunkan berat badan juga harus memperhatikan porsi mereka karena kandungan kalorinya yang tinggi.

Dr. Kiran menambahkan bahwa orang yang mengonsumsi obat untuk diabetes atau tekanan darah tinggi juga harus berhati-hati, karena minyak zaitun dapat meningkatkan efek obat-obatan tersebut.

"Jika kamu memiliki kondisi medis kronis atau berencana melakukan perubahan pola makan yang besar, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter," sambungnya.

Jadi, untuk mengonsumsi minyak zaitun harus sesuai takarannya. Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, satu hingga dua sendok makan (15-30 ml) minyak zaitun extra virgin per hari dianggap sebagai jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang.

Dr. Agarwal merekomendasikan untuk menambahkan sedikit minyak zaitun pada salad dan sayuran atau menggunakannya untuk memasak ringan dengan porsi yang sedang.

Sementara, Dr. Kiran juga menyarankan untuk menggunakan minyak zaitun extra virgin dengan biji-bijian utuh dan makanan seimbang, daripada memperlakukannya sebagai makanan sehat.