JAKARTA, Cobisnis.com – Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menurun setelah muncul fenomena Blue Fire di kawasan kawah gunung tersebut.
Manajer Operasional TWA Gunung Papandayan, Amin Kaban, mengatakan jumlah pengunjung yang biasanya mencapai sekitar 2.000 orang saat akhir pekan kini sulit menyentuh angka 500 orang.
“Yang biasanya ‘weekend’ itu kita bisa mencapai 2.000 (pengunjung), ini 500 saja susah,” kata Amin Kaban dilansir dari Antara, Senin (28/9/2026).
Gunung Papandayan biasanya ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah untuk melakukan pendakian maupun berkemah saat akhir pekan.
Namun, kemunculan Blue Fire di kawasan kawah membuat jalur pendakian dan trekking ditutup sementara sebagai langkah untuk menjaga keamanan wisatawan.
“Yang ke Papandayan kita berlakukan penutupan sementara, di penutupan sementara itu ke jalur pendakian ataupun ‘tracking’,” katanya.
Meski jalur pendakian ditutup, wisatawan masih dapat mengunjungi sejumlah area TWA Gunung Papandayan yang berada di zona aman.
Pengunjung masih diperbolehkan berada di sekitar area parkir dan menikmati fasilitas seperti menara pandang, taman bunga edelweis, serta kolam terapi air hangat alami.
“Jadi, masih bisa datang ke TWA Gunung Papandayan, tapi hanya sampai di parkiran, di situ ada edelweis, juga ada kolam terapi,” katanya.
Amin mengatakan fenomena Blue Fire saat ini sudah tidak terlihat lagi berdasarkan pantauan langsung di kawasan kawah Gunung Papandayan.
Meski demikian, pengelola masih menunggu arahan Badan Geologi terkait perkembangan kondisi kawah dan keamanan wisatawan sebelum membuka kembali jalur pendakian.
“Di hari Minggu tanggal 28 memang sudah aman, kalau secara kasat mata yang ada Blue Fire kemarin itu tidak kelihatan lagi, tapi kita tetap menunggu arahan dari vulkanologi terkait untuk penyekatan ataupun penahanan untuk wisata,” katanya.
Fenomena Blue Fire sebelumnya terlihat pada 23 September 2026 di kawasan kawah Gunung Papandayan dan kemudian mendapat perhatian dari pengelola serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
PVMBG bersama pengelola TWA Gunung Papandayan melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi kawah serta tingkat keamanan bagi wisatawan dan masyarakat sekitar.
Fenomena tersebut kemudian terpantau semakin mengecil hingga akhirnya tidak terlihat lagi, sementara aktivitas wisata di jalur pendakian masih menunggu arahan lebih lanjut dari pihak terkait.