Jamkrindo

BMW Tekan Harga Besar-besaran di China Demi Lawan Mobil Lokal

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 05 Jan 2026, 12:02 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – BMW mengambil langkah agresif di pasar China dengan memangkas harga jual mobilnya secara besar-besaran demi menghadapi ketatnya persaingan dengan merek lokal.

Pabrikan asal Jerman tersebut menurunkan harga lebih dari 30 model sekaligus, dengan pemangkasan mencapai 24 persen. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2026.

Strategi ini disebut sebagai salah satu langkah paling ekstrem BMW selama berkiprah di China, pasar otomotif terbesar di dunia yang kini didominasi produsen lokal.

Pemangkasan harga tidak hanya menyasar model entry-level, tetapi juga lini flagship, termasuk sedan listrik premium dan SUV kelas atas.

Sorotan utama tertuju pada BMW i7 M70. Sedan listrik mewah ini dipangkas hingga 301.000 yuan, dari 1,899 juta yuan menjadi 1,598 juta yuan.

Jika dikonversi ke rupiah, penurunan harga BMW i7 tersebut setara sekitar Rp 660 jutaan, atau turun sekitar 16 persen dari harga sebelumnya.

Pemangkasan terbesar secara persentase dialami BMW iX1 eDrive25. SUV listrik kompak ini kini dijual 228.000 yuan dari sebelumnya 299.900 yuan, atau turun 24 persen.

Dalam kurs rupiah, harga barunya berada di kisaran Rp 500 jutaan, level yang membuat BMW harus bersaing langsung dengan SUV listrik buatan China.

Lini sedan Seri 7 bermesin konvensional juga terdampak. BMW 735i kini dijual mulai 808.000 yuan atau sekitar Rp 1,77 miliar, turun sekitar Rp 240 jutaan.

Sementara BMW 740i varian Advanced dilepas sekitar Rp 2,06 miliar, setelah sebelumnya berada di kisaran Rp 2,35 miliar.

Langkah ini mengubah struktur portofolio BMW di China. Jumlah model dengan harga di bawah 300.000 yuan melonjak dari tiga menjadi sepuluh model.

BMW menyebut kebijakan ini bukan bagian dari perang harga, melainkan strategi “systematic value upgrade” dan pendekatan “In China, For China”.

Fenomena ini mencerminkan tekanan besar yang dihadapi merek premium global akibat dominasi produsen mobil China, khususnya di segmen kendaraan listrik.