Bruno Fernandes Soroti Taktik MU Usai Dibantai Como

Oleh Desti Dwi Natasya pada 22 Oct 2026, 18:43 WIB

Bruno Fernandes menyoroti taktik Manchester United setelah kalah 1-4 dari Como. Michael Carrick meminta maaf dan mengakui tanggung jawab atas hasil tersebut.

JAKARTA, Cobisnis.com - Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, menyoroti pendekatan taktik timnya setelah Setan Merah kalah telak 1-4 dari Como dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (21/10/2026).

Kekalahan tersebut membuat pelatih Manchester United, Michael Carrick, meminta maaf kepada para pendukung sekaligus mengakui tanggung jawab atas performa buruk timnya.

Manchester United sudah tertinggal ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Setelah itu, tim asal Inggris tersebut gagal bangkit dan harus mengakui keunggulan wakil Italia itu.

Hasil tersebut memperpanjang tren buruk Manchester United. Mereka disebut belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi dan hanya mencatatkan dua kemenangan dari 10 laga awal musim ini.

Carrick mengakui penampilan timnya jauh dari harapan dan menegaskan bahwa hasil tersebut tidak bisa diterima.

"Ini lebih dari sekadar mengecewakan. Semua orang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Saya sepenuhnya bertanggung jawab atas tim dan performanya," kata Carrick, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (22/10/2026).

Mantan gelandang Manchester United itu juga menyoroti kekecewaan para pendukung yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka.

"Sebagai pendukung klub ini sejak lama, melihat penampilan seperti itu tidak bisa diterima. Saya sangat peduli kepada para pendukung. Mereka adalah jantung klub ini," ujarnya.

Carrick turut menyampaikan permintaan maaf kepada suporter yang datang langsung ke Italia. Ia menegaskan tidak ada alasan yang dapat membenarkan penampilan buruk timnya.

"Saya turut merasakan kekecewaan mereka. Tidak ada alasan sama sekali. Ini tidak bisa diterima," tegasnya.

Saat ditanya mengenai dukungan dari jajaran petinggi klub, Carrick memilih tidak membahas masa depannya sebagai pelatih. Ia mengatakan fokus utama saat ini adalah mengevaluasi pertandingan dan mencari tahu penyebab kekalahan.

"Ini bukan tentang saya. Yang terpenting sekarang adalah mengevaluasi pertandingan dan memahami apa yang terjadi," katanya.

Bruno Fernandes Soroti Strategi Manchester United

Di tengah sorotan terhadap Carrick, Bruno Fernandes memberikan penilaian mengenai strategi Manchester United ketika menghadapi Como.

Fernandes menilai keputusan untuk tidak menerapkan pressing satu lawan satu membuat lawan memiliki terlalu banyak ruang untuk mengembangkan permainan.

"Keputusan staf adalah tidak melakukan pressing satu lawan satu. Terkadang kami membiarkan ruang di belakang dan mencoba merebut bola dengan menunggu lawan. Namun, ketika memberikan ruang kepada tim seperti ini, mereka bisa semakin percaya diri," kata Fernandes.

Gelandang asal Portugal itu menegaskan bahwa Manchester United seharusnya lebih berani menekan lawan sejak lini depan untuk membatasi ruang gerak pemain Como.

"Itu menjadi tanggung jawab pelatih dan staf untuk mengevaluasinya, bukan saya. Terkadang, kami harus lebih berani menghadapi tekanan, mengambil risiko dengan melakukan pressing tinggi, dan membuat lawan tidak nyaman," ujarnya.

Menurut Fernandes, Como mampu memanfaatkan ruang yang diberikan Manchester United. Kombinasi permainan cepat di area tengah membuat tim lawan berpotensi menciptakan ancaman ketika dibiarkan menguasai bola terlalu lama.

Kekalahan tersebut membuat masa depan Carrick di Manchester United semakin menjadi sorotan. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai keputusan manajemen klub terkait posisinya.

Manchester United dijadwalkan menjamu Bournemouth di Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris pada Minggu (25/10/2026). Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk merespons hasil buruk di Italia.

Sementara itu, Eddie Howe disebut sebagai salah satu kandidat untuk menangani Manchester United berikutnya setelah dikabarkan meninggalkan Newcastle United pada akhir Juli 2026.

Meski demikian, belum ada keputusan resmi dari manajemen Manchester United mengenai pergantian pelatih. Posisi Carrick masih menjadi perhatian seiring hasil pertandingan dan evaluasi internal klub.