BSU Cair, Penerima Utamakan Kebutuhan Pokok, Sisihkan untuk Parfum

Oleh Hidayat Taufik pada 08 Sep 2026, 13:11 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Dana Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 tidak seluruhnya dipakai penerima untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Meski makanan dan keperluan rumah tangga menjadi pengeluaran utama, sebagian penerima tetap menggunakan sebagian kecil dana untuk kebutuhan pribadi.

Beberapa kebutuhan personal yang dibeli penerima antara lain parfum refill, paket internet, dan kopi sachet.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penerima bantuan juga mempertimbangkan kebutuhan yang dapat memberikan kenyamanan atau kepuasan pribadi.Cerita mengenai penggunaan dana BSU tersebut terungkap dari sejumlah penerima yang ditemui.

Kebutuhan Pokok Tetap Jadi Prioritas

AF (32), pedagang ayam goreng yang tinggal di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi salah satu penerima BSU yang membagikan pengalamannya.

Ia menerima bantuan sebesar Rp600.000 pada akhir 2025. Jumlah tersebut merupakan akumulasi BSU senilai Rp300.000 per bulan selama dua bulan.

AF mengatakan dana bantuan tersebut sebagian besar dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari membeli makanan hingga memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga.

"Lebih banyak untuk kebutuhan sehari-hari. Yang penting-penting dulu, seperti makan dan kebutuhan rumah," ujar AF, dikutip dari berbagai sumber,  Selasa (8/9/26).

Meski kebutuhan utama menjadi prioritas, AF tidak menghabiskan seluruh dana bantuan untuk keperluan rumah tangga. Sebagian kecil uang tersebut digunakan untuk membeli parfum.

Untuk menghemat pengeluaran, ia memilih parfum refill yang harganya lebih terjangkau dibandingkan parfum kemasan tertentu.

"Kalau parfum saya pilih yang refill saja. Lebih murah, jadi masih bisa beli tanpa terlalu mengganggu kebutuhan yang lain," katanya.

Penggunaan sebagian dana bantuan untuk kebutuhan pribadi menjadi menarik jika dilihat dari perilaku konsumsi masyarakat berpenghasilan terbatas.

Ketika anggaran harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, seseorang masih dapat menyisihkan sedikit uang untuk membeli barang yang memberikan rasa senang.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah lipstick effect. Istilah ini menggambarkan kecenderungan seseorang tetap membeli barang yang relatif murah sebagai bentuk pemenuhan keinginan atau mencari kepuasan ketika kondisi ekonomi sedang terbatas.

Meski demikian, pembelian parfum refill yang dilakukan AF tidak secara otomatis menunjukkan perilaku konsumtif. Ia justru memilih produk dengan harga lebih murah agar pengeluaran untuk kebutuhan pribadi tidak mengganggu kebutuhan utama.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan BSU tetap disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi keuangan penerima. Kebutuhan pangan serta keperluan rumah tangga tetap menjadi prioritas dalam pemanfaatan dana bantuan.