Bukan Cuma Jasa Raharja, Kemensos Juga Siap Dampingi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 28 Apr 2026, 15:38 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pemerintah siap mendampingi keluarga korban kecelakaan kereta api Bekasi Timur. Kemensos akan melakukan asesmen langsung untuk menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai kebutuhan tiap keluarga.

Kompensasi utama korban kecelakaan transportasi umum memang ditangani Jasa Raharja. Namun Gus Ipul menegaskan pemerintah tidak berhenti di sana, dukungan sosial tambahan tetap disiapkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo meminta seluruh korban mendapat perhatian penuh dari negara tanpa terkecuali. Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Selasa, 28 April 2026.

Hasil asesmen nantinya jadi dasar program lanjutan yang diberikan kepada keluarga korban. Bentuknya bisa berupa bantuan sosial langsung, pelatihan kerja, hingga akses modal usaha tergantung kondisi masing-masing keluarga.

Tidak semua keluarga korban berada dalam kondisi ekonomi yang cukup. Ada yang kehilangan tulang punggung keluarga, ada pula yang harus menanggung biaya perawatan panjang yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu kali santunan.

Gus Ipul menyebut proses penanganan masih terus berjalan dan pemerintah aktif memantau situasi di lapangan. Ia menegaskan setiap langkah dilakukan terukur agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak terburu-buru.

Di luar penanganan korban, insiden ini juga mendorong evaluasi menyeluruh sistem keselamatan kereta api nasional. Kepala BP BUMN menyebut kecelakaan Bekasi Timur sebagai momentum perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam teknis.

Skema Jasa Raharja sebagai lini pertama perlindungan korban transportasi umum pun kembali jadi sorotan. Publik menantikan kejelasan soal kecepatan pencairan, besaran santunan, dan jangkauan manfaat yang diterima korban di lapangan.

Pemerintah kini dihadapkan dua tugas sekaligus, menuntaskan penanganan korban secara manusiawi dan mendorong evaluasi struktural agar tragedi serupa tidak terulang. Gus Ipul menegaskan kehadiran nyata negara dibuktikan lewat tindakan, bukan sekadar pernyataan belasungkawa.