JAKARTA, Cobisnis.com - Setiap 17 Juni, dunia memperingati Hari Dunia untuk Memerangi Penggurusan dan Kekeringan atau World Day to Combat Desertification and Drought. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa degradasi lahan dan ancaman kekeringan terus meningkat di berbagai belahan dunia.
Penggurusan merupakan proses kerusakan ekosistem lahan kering yang terjadi secara bertahap. Penyebabnya antara lain pertanian tidak berkelanjutan, penambangan, penggembalaan berlebihan, hingga penebangan hutan yang mengurangi kemampuan tanah untuk tetap produktif.
Isu ini mulai diakui sebagai ancaman global dalam KTT Bumi Rio pada 1992, bersama perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Pada 1994, Majelis Umum PBB kemudian membentuk Konvensi PBB untuk Memerangi Penggurusan atau UNCCD.
Saat ini UNCCD memiliki 197 negara anggota. Sebanyak 169 negara di antaranya terdampak langsung oleh penggurusan dan bekerja sama untuk memulihkan lahan serta mengurangi dampak kekeringan.
Peringatan tahun 2026 mengusung tema "Rangelands: Recognize. Respect. Restore." Tema tersebut menempatkan padang rumput sebagai fokus utama karena perannya yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
Padang rumput mencakup lebih dari separuh permukaan daratan bumi. Ekosistem ini berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan, siklus air, keanekaragaman hayati, dan stabilitas iklim global.
Sekitar dua miliar orang di seluruh dunia menggantungkan hidup pada kawasan padang rumput. Di dalamnya termasuk jutaan peternak dan komunitas adat yang selama bertahun-tahun menjaga kawasan tersebut.
Namun kondisi padang rumput saat ini semakin mengkhawatirkan. Hingga separuh lahan penggembalaan dunia dilaporkan telah mengalami degradasi atau berada dalam risiko kerusakan yang lebih parah.
Dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga mengancam ketahanan pangan, ketersediaan air, dan mata pencaharian masyarakat pedesaan. Karena itu, PBB mendorong investasi yang lebih besar dalam pengelolaan lahan dan air yang berkelanjutan.
Peringatan Hari Dunia untuk Memerangi Penggurusan dan Kekeringan 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran global. PBB menegaskan bahwa pemulihan lahan dan perlindungan padang rumput harus menjadi prioritas sebelum dampaknya semakin sulit dikendalikan.