BYD Racco Mulai Ekspansi ke Sri Lanka

Oleh Desti Dwi Natasya pada 07 Oct 2026, 19:40 WIB

BYD Racco

JAKARTA, Cobisnis.com - BYD memperluas pasar mobil listrik mungil Racco setelah sebelumnya meluncur di Jepang dengan membidik Sri Lanka dan Makau sebagai tujuan ekspansi berikutnya.

Dikutip dari Car News China, Rabu (7/10/2026), pemesanan BYD Racco telah dibuka di Makau, sedangkan peluncuran resminya di Sri Lanka dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober 2026.

Ekspansi tersebut menjadi langkah awal BYD membawa Racco ke negara-negara dengan sistem kemudi kanan atau right-hand drive (RHD).

Racco dikembangkan khusus untuk pasar Jepang dan dirancang memenuhi standar mobil Kei, sekaligus disebut sebagai mobil Kei listrik pertama yang memiliki jarak tempuh lebih dari 300 kilometer berdasarkan standar Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle (WLTC).

Sejak diluncurkan di Jepang, permintaan terhadap Racco terus meningkat dengan jumlah pesanan yang telah menembus lebih dari 2.000 unit dalam dua bulan.

Pengumuman ekspansi Racco disampaikan BYD di sebuah dealer di Hiratsuka, Prefektur Kanagawa, Jepang, sekaligus menjadi bagian dari perayaan penjualan BYD di Jepang yang telah mencapai lebih dari 10.000 kendaraan.

Secara dimensi, Racco memiliki panjang 3.395 milimeter, lebar 1.475 milimeter, dan tinggi 1.800 milimeter dengan jarak sumbu roda 2.520 milimeter.

Mobil tersebut dapat membawa empat penumpang dan memiliki kapasitas bagasi 280 liter, sedangkan radius putarnya mencapai 4,8 meter sehingga sesuai untuk penggunaan di kawasan perkotaan dengan ruang terbatas.

Untuk performa, BYD Racco dibekali motor listrik 47 kW atau sekitar 63 daya kuda di bagian depan yang dipadukan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh.

Masing-masing varian mampu menempuh jarak hingga 210 kilometer dan 320 kilometer berdasarkan standar WLTC.

Di Jepang, BYD Racco dipasarkan mulai 2,145 juta yen atau sekitar 13.600 dolar AS dan bersaing dengan Nissan Sakura serta Mitsubishi eK X EV di segmen Kei EV.

BYD masih mengevaluasi potensi pasar Racco di luar Jepang dan akan memprioritaskan negara-negara dengan sistem kemudi kanan.

Selain Sri Lanka dan Makau, Australia serta Hong Kong disebut berpotensi menjadi pasar berikutnya, meski BYD belum mengonfirmasi rencana peluncurannya.