China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

Oleh Hidayat Taufik pada 05 Nov 2026, 12:30 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemboikotan siaran Liga Spanyol oleh China masih berlangsung menyusul kontroversi candaan Kylian Mbappe yang menyinggung tokoh nasional Mao Zedong. Presiden LaLiga Javier Tebas kini berupaya memulihkan hubungan dengan pihak China agar kompetisi tersebut kembali disiarkan secara normal.

Kontroversi bermula setelah Mbappe mendapat kecaman dari publik China akibat candaan yang dinilai menyinggung Mao Zedong. Dampaknya, China Media Group memutuskan memboikot tayangan Liga Spanyol, terutama pertandingan yang melibatkan Real Madrid.

Tebas mengaku terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait untuk mencari jalan keluar. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui hubungan kerja sama yang telah terbangun antara LaLiga dan China selama bertahun-tahun.

"Saya melakukan segala upaya untuk menyelesaikan situasi ini. Saya yakin konflik ini dapat diselesaikan seiring berjalannya waktu, berkat hubungan dan jejaring yang telah kami bangun dengan Tiongkok sejak lama," ungkap Tebas, dikutip dari Tribuna.

Ia menjelaskan LaLiga memiliki hubungan komersial dan finansial yang cukup kuat dengan China. Bahkan, sejumlah klub besar Spanyol, termasuk Real Madrid dan Barcelona, telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di negara tersebut.

Tebas juga mengungkapkan dirinya pernah menjadi penasihat Chinese Super League. Selain itu, LaLiga berencana membuka kantor cabang di Shanghai untuk memperkuat hubungan bisnis di kawasan Asia.

"Saya merupakan penasihat bagi Chinese Super League (Liga Super Tiongkok), kami memiliki banyak hubungan komersial dan finansial, dan kami akan segera membuka kantor cabang di Shanghai. FC Barcelona pun menjalin hubungan yang sangat baik dengan Tiongkok," jelasnya.

Tebas memahami bahwa sosok Mao Zedong memiliki posisi penting dalam sejarah dan kehidupan masyarakat China. Karena itu, ia menilai pernyataan yang menyinggung tokoh tersebut menjadi persoalan serius yang perlu ditangani secara hati-hati.

"Mao Zedong sangat dihormati dan dijunjung tinggi di Tiongkok. Melontarkan komentar seperti itu merupakan sebuah pelanggaran yang telah kami upayakan untuk diredam dampaknya. LaLiga segera menyampaikan permintaan maaf dan kini kami menunggu situasi mereda," paparnya.

Ia memastikan komunikasi dengan otoritas China terus dilakukan, baik melalui perwakilan di Madrid maupun Beijing. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan dan mengakhiri pemboikotan.

Di sisi lain, Barcelona memiliki sejumlah kepentingan bisnis di China. Klub asal Catalunya tersebut saat ini bekerja sama dengan perusahaan elektronik Midea dan sebelumnya pernah menjalin kemitraan dengan Suning Group.

Barcelona juga pernah bekerja sama dengan perusahaan teknologi Tencent dalam pengembangan divisi esports. Selain itu, klub tersebut telah mengembangkan jaringan akademi sepak bola di China.

Hubungan komersial tersebut menjadi salah satu faktor yang disinggung Tebas dalam upayanya membangun kembali hubungan LaLiga dengan pasar China.