China Desak AS dan Iran Prioritaskan Dialog, Tahan Eskalasi Militer di Tengah Negosiasi Nuklir

Oleh Hidayat Taufik pada 25 Feb 2026, 11:28 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Di tengah kebuntuan perundingan nuklir, China menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran menahan diri serta mengutamakan jalur diplomasi dibandingkan pengerahan kekuatan militer.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa Beijing terus memantau perkembangan situasi dan berharap seluruh pihak dapat menyelesaikan perbedaan melalui dialog konstruktif. Ia menegaskan bahwa peningkatan ketegangan hanya akan memperburuk stabilitas kawasan.

Sementara itu, Iran disebut tengah menyiapkan rancangan kesepakatan baru sebagai bagian dari upaya mencari titik temu dengan AS. Putaran kedua perundingan nuklir kedua negara sebelumnya digelar di Jenewa dengan mediasi Oman, dan pertemuan lanjutan dijadwalkan kembali berlangsung dalam waktu dekat.

Negosiasi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan Teluk Persia, serta latihan militer intensif oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran dalam beberapa hari terakhir.

Di pihak AS, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan bahwa Washington tetap membuka jalur diplomasi, namun juga menyiapkan berbagai opsi jika negosiasi gagal. Ia menegaskan bahwa seluruh kemungkinan, termasuk langkah militer, masih menjadi pertimbangan.

Presiden AS Donald Trump juga menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangannya. Meski lebih memilih tercapainya kesepakatan, ia menyebut bahwa kegagalan negosiasi dapat membawa dampak serius bagi kawasan dan rakyat Iran.

China kembali menekankan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah tidak akan menguntungkan pihak mana pun dan hanya akan memperbesar risiko instabilitas regional.