Dampak Perang Iran Mulai Terasa, Israel Kehilangan Rp49 Triliun dalam Sepekan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 06 Mar 2026, 22:43 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Perang antara Israel dan Iran mulai memberi dampak besar terhadap ekonomi Israel. Dalam waktu satu pekan sejak konflik meningkat, kerugian ekonomi negara tersebut diperkirakan mencapai 9 miliar shekel atau sekitar USD2,9 miliar, setara Rp49 triliun.

Kementerian Keuangan Israel menyebut angka tersebut berasal dari berbagai gangguan aktivitas ekonomi, mulai dari biaya militer yang meningkat hingga aktivitas bisnis yang terhenti di sejumlah wilayah. Konflik berskala besar membuat banyak sektor ekonomi bergerak lebih lambat dari biasanya.

Perang ini juga memaksa pemerintah Israel mengalokasikan anggaran besar untuk kebutuhan pertahanan. Pengeluaran militer melonjak drastis karena operasi udara, sistem pertahanan rudal, serta mobilisasi pasukan yang berlangsung hampir tanpa henti.

Dampak ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pemerintah. Banyak perusahaan, khususnya sektor pariwisata, transportasi, dan perdagangan, mengalami penurunan aktivitas akibat situasi keamanan yang tidak stabil.

Israel sendiri menggambarkan konflik ini sebagai perang melawan ancaman besar dari Iran. Narasi yang dibangun pemerintah Israel menekankan bahwa operasi militer dilakukan untuk menghentikan pengaruh dan kekuatan strategis Iran di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, militer Israel disebut masih bersiap melanjutkan operasi serangan terhadap Iran. Informasi dari kalangan militer menyebut kemungkinan pemboman masih berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

Strategi tersebut diyakini bertujuan melemahkan kekuatan pemerintah Iran sekaligus memberi tekanan politik dari dalam negeri Iran. Beberapa analis menyebut langkah itu sebagai upaya menciptakan kondisi perubahan politik di Teheran.

Sementara itu, konflik juga memicu kritik dari berbagai pihak internasional. Investigasi independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait pelanggaran hak asasi manusia di Iran mengecam keras serangan militer yang dilakukan dalam konflik tersebut.

Misi Pencarian Fakta Internasional Independen PBB menyatakan serangan terhadap Iran dinilai bertentangan dengan Piagam PBB. Dokumen tersebut melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.

Di lapangan, laporan dari kantor berita Iran menyebut jumlah korban tewas akibat serangan meningkat menjadi lebih dari 1.000 orang. Serangan dilaporkan terjadi di beberapa kota besar seperti Teheran, Karaj, dan Isfahan.

Di tengah eskalasi konflik, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga memantau kondisi fasilitas nuklir Iran. Berdasarkan analisis citra satelit terbaru, badan tersebut menyatakan tidak ditemukan kerusakan pada fasilitas yang menyimpan material nuklir.

Meski demikian, beberapa bangunan di sekitar fasilitas nuklir Isfahan dilaporkan mengalami kerusakan. Hingga kini, tidak ada indikasi kebocoran radiologis atau ancaman radiasi yang dapat membahayakan wilayah sekitar.

Konflik yang terus berlangsung ini diperkirakan akan berdampak luas tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi dan geopolitik global dalam beberapa waktu ke depan.