Delta Sebut Penurunan Harga Avtur Belum Berdampak pada Tarif Tiket Pesawat

Oleh Zahra Zahwa pada 11 Jul 2026, 08:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Delta Air Lines menyatakan tarif tiket pesawat belum akan turun meski harga bahan bakar jet mengalami penurunan. Maskapai menilai tingginya permintaan perjalanan masih menjadi faktor utama yang menjaga harga tiket tetap tinggi.

Dalam laporan keuangan kuartal kedua, Delta mencatat kenaikan tarif rata-rata sebesar 11 hingga 12 persen. Selain itu, perusahaan melihat tren tersebut masih berkelanjutan karena minat masyarakat untuk bepergian tetap kuat.

CEO Delta Air Lines Ed Bastian mengatakan harga tiket terutama ditentukan oleh keseimbangan antara permintaan dan kapasitas penerbangan. Karena itu, penurunan biaya bahan bakar tidak otomatis membuat tarif menjadi lebih murah.

Menurut Bastian, permintaan perjalanan masih berada pada level yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat maskapai tetap mampu mempertahankan harga tiket di tengah perubahan biaya operasional.

Sementara itu, Delta mengungkapkan biaya bahan bakar sempat melonjak 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu dipicu lonjakan harga minyak akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Bahan bakar menjadi komponen biaya terbesar kedua bagi maskapai setelah tenaga kerja. Pada kuartal kedua, kenaikan harga avtur menambah beban biaya Delta hingga sekitar 1,9 miliar dolar AS.

Meski begitu, kenaikan tarif tiket membantu meningkatkan pendapatan perusahaan. Delta mencatat pendapatan dari penumpang naik sekitar 1,7 miliar dolar AS, sedangkan total pendapatan bertambah sekitar 3,1 miliar dolar AS.

Delta menilai permintaan perjalanan yang tetap kuat akan terus menopang tarif tiket dalam waktu dekat. Karena itu, penumpang kemungkinan belum akan menikmati penurunan harga tiket meski biaya bahan bakar mulai mereda.