JAKARTA, Cobisnis.com – Penn State menghadapi pekerjaan besar saat mengganti pemasok perlengkapan olahraga dari Nike ke Adidas setelah 30 tahun. Peralihan tersebut membuat kampus di State College, Pennsylvania, harus menangani pengiriman perlengkapan dalam jumlah sangat besar.
Pada Juni, sebuah truk FedEx tiba di kampus dengan muatan sekitar 50 palet perlengkapan olahraga. Namun, pengemudi truk langsung menghadapi masalah. Banyaknya barang membuat kendaraan sulit bergerak di area kampus.
Pengemudi kemudian menghubungi Ben Herman, asisten direktur atletik Penn State untuk operasional perlengkapan.
“Kami punya banyak sekali barang di sini,” ujar pengemudi kepada Herman. Ia kemudian menanyakan lokasi untuk menurunkan seluruh muatan.
Herman sudah bekerja selama empat tahun di Penn State. Ia juga memiliki pengalaman puluhan tahun dalam pengelolaan perlengkapan olahraga. Meski begitu, pengiriman kali ini tetap berbeda dari pengalaman sebelumnya.
Total muatan mencapai lebih dari 150.000 perlengkapan olahraga. Jumlah tersebut mencakup sekitar 6.500 pasang sepatu. Setelah tiba, seluruh perlengkapan harus dipilah berdasarkan tim masing-masing.
Selanjutnya, staf harus mendistribusikan barang tersebut ke berbagai lokasi di seluruh kampus. Yang membuat pekerjaan semakin berat, Penn State harus menyelesaikan seluruh proses dalam waktu kurang dari satu bulan.
Sementara itu, perpindahan dari Nike ke Adidas menandai berakhirnya kerja sama yang sudah berlangsung selama tiga dekade. Karena itu, proses tersebut menciptakan situasi yang disebut sebagai “organized chaos” atau kekacauan yang tetap terorganisasi.
Bagi tim operasional Penn State, tantangannya bukan sekadar mengganti merek perlengkapan. Mereka juga harus memastikan setiap atlet dan tim menerima perlengkapan yang tepat sebelum aktivitas olahraga kembali berjalan penuh.