JAKARTA, Cobisnis.com – Abelardo de la Espriella unggul tipis dalam penghitungan awal putaran kedua pemilihan presiden Kolombia pada Minggu. Kandidat sayap kanan itu mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut data Otoritas Registrasi Nasional Kolombia, de la Espriella meraih 49,65 persen suara. Sementara itu, kandidat yang didukung pemerintah, Iván Cepeda, memperoleh 48,71 persen suara.
Selisih kedua kandidat tercatat kurang dari 250 ribu suara. Karena itu, hasil akhir pemilu masih menunggu penghitungan resmi yang mengikat secara hukum. Cepeda mengakui hasil sementara tersebut.
Namun, ia meminta pendukungnya menunggu proses rekapitulasi resmi selesai. Selain itu, timnya mengajukan keberatan terhadap sekitar 33 ribu tempat pemungutan suara di seluruh Kolombia.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, juga menegaskan belum ada pemenang resmi karena margin suara yang sangat tipis. Di sisi lain, de la Espriella merayakan keunggulan sementara tersebut bersama para pendukungnya.
Ia mengaku telah menerima ucapan selamat dari Presiden AS, Donald Trump, dan sejumlah pemimpin internasional lainnya. Selain itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, turut menyampaikan ucapan selamat.
Rubio mengatakan pemerintah AS berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan baru Kolombia jika kemenangan tersebut dikukuhkan. De la Espriella dikenal dengan julukan "El Tigre" atau "Sang Harimau".
Ia mengusung agenda keamanan yang lebih keras terhadap kelompok kriminal. Selain itu, ia menjanjikan hubungan yang lebih erat dengan Amerika Serikat.
Ia juga mendukung pemangkasan pajak, perluasan eksplorasi minyak, dan liberalisasi ekonomi. Jika hasil tersebut bertahan, Kolombia berpotensi mengalami pergeseran politik ke arah kanan setelah pemerintahan Gustavo Petro.