Diresmikan Serentak 1.179 SPPG, Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan Meski Diejek

Oleh Desti Dwi Natasya pada 13 Feb 2026, 17:51 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat menuai ejekan dari berbagai pihak saat pertama kali diluncurkan. Ia menyebut, bahkan sejumlah kalangan terdidik turut meragukan keberhasilan program tersebut dan memprediksi akan gagal.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 gudang ketahanan pangan Polri secara serentak di Polsek Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

“Waktu saya meluncurkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti, bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik. Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya. Dan, mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang,” kata Prabowo.

Menurutnya, kritik yang diarahkan kepada program MBG bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan diduga dilatarbelakangi rasa dendam dan dengki. Ia mengaku prihatin apabila serangan tersebut justru menyasar kebijakan yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu.

“Operasi ini, kampanye ini, menjelek-jelekkan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, mungkin adalah biasa. Tapi, sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak goyah menghadapi kritik tersebut. Ia meyakini program MBG merupakan langkah tepat untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi dan stunting pada anak-anak Indonesia.

“Tapi, saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pembelajaran dari berbagai negara, intervensi langsung pemerintah menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah gizi. Program makan gratis, menurutnya, telah diterapkan di puluhan negara lain.

“Akhirnya, saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain, bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah, langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil, dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia. Ini sudah dilaksanakan oleh lebih dari 77 negara. Saya ulangi, mungkin lebih dari 75, kita mungkin negara yang ke-76 atau ke-77,” kata Prabowo.

Peresmian ribuan SPPG tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan program MBG secara nasional guna memastikan pemenuhan gizi masyarakat berjalan optimal.