Diskualifikasi Vladyslav Heraskevych Usai Hormati Atlet Gugur Picu Emosi Warga Ukraina

Oleh Zahra Zahwa pada 13 Feb 2026, 17:52 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) mendiskualifikasi atlet skeleton Ukraina, Vladyslav Heraskevych, memicu gelombang emosi dan solidaritas dari warga Ukraina. Heraskevych dilarang tampil setelah bersikeras mengenakan helm bertuliskan dan bergambar atlet-atlet Ukraina yang gugur dalam perang melawan Rusia.

Pengumuman diskualifikasi itu disampaikan sesaat sebelum nomor skeleton putra dimulai di Cortina. Pada papan start list, nama Heraskevych ditandai dengan tulisan merah “DNS” (did not start), menandakan ia tidak akan berlaga.

IOC menilai helm tersebut melanggar Aturan 50.2 Piagam Olimpiade tentang “perlindungan netralitas,” yang melarang demonstrasi atau propaganda politik di arena pertandingan. Heraskevych telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Atlet yang juga menjadi pembawa bendera Ukraina pada upacara pembukaan itu menegaskan bahwa tindakannya bukan bentuk propaganda politik, melainkan penghormatan kepada rekan-rekannya yang gugur. Ia membandingkan tindakannya dengan atlet lain yang pernah mengenang anggota keluarga yang meninggal dunia. IOC sempat menyarankan agar ia mengenakan pita hitam sebagai simbol duka, namun Heraskevych menolak.

“Saya percaya IOC tidak memiliki cukup pita hitam untuk mengenang semua atlet yang terbunuh dalam perang,” ujarnya kepada media.

Presiden IOC, Kristy Coventry, bahkan datang langsung ke Cortina untuk bertemu Heraskevych dan ayahnya, Mykhailo. Coventry menegaskan bahwa IOC tidak mempersoalkan pesan duka tersebut, namun aturan dibuat untuk menjaga keselamatan dan netralitas seluruh atlet di arena pertandingan.

Bagi warga Ukraina, keputusan itu memiliki makna berbeda. Presiden Volodymyr Zelensky memuji Heraskevych di media sosial, menyebut bahwa kebenaran tidak bisa dianggap sebagai demonstrasi politik yang tidak pantas. Ia juga menganugerahkan Order of Freedom kepada sang atlet.

Warga Ukraina yang hadir di Cortina turut menyuarakan dukungan. Seorang penonton bernama Iryna mengatakan helm tersebut menjadi pengingat bahwa perang masih berlangsung dan banyak atlet muda yang menjadi korban. Dalam helmnya, Heraskevych menampilkan nama-nama atlet seperti petinju Pavlo Ischenko, pemain hoki Oleskiy Loginov, penyelam Mykyta Kozubenko, serta penari balet muda yang tewas akibat serangan.

Pendukung lain, Natalia Khaichyk, yang datang dari Lviv untuk menyaksikan langsung lomba tersebut, menyebut tindakan Heraskevych lebih besar dari sekadar medali.

“Ini bahkan lebih besar daripada medali. Dia telah memenangkan medali di hati kami,” ujarnya.

Meski gagal tampil, Heraskevych tetap menunjukkan sikap teguh. Ia mengunggah foto dirinya saat latihan, dengan gambar para atlet yang gugur terpampang jelas di helmnya.

“Ini adalah harga dari martabat kami,” tulisnya.