JAKARTA, Cobisnis.com – Meningkatnya penggunaan e-bike di Amerika Serikat memicu kekhawatiran baru soal keselamatan anak-anak dan remaja. Dokter IGD, jaksa, hingga orang tua mulai memperingatkan risiko kendaraan listrik berkecepatan tinggi tersebut.
Kekhawatiran itu muncul setelah banyak kecelakaan serius melibatkan anak di bawah umur. Salah satunya dialami remaja 13 tahun bernama Kennedi Chandler di Indiana.
Ia mengalami cedera otak traumatis setelah terjatuh dari e-bike pada Hari Natal 2025. Ibunya, Jade Sharpe, mengatakan putrinya mengendarai e-bike tanpa helm sebelum kecelakaan terjadi.
Kennedi kemudian menjalani perawatan intensif selama 20 hari di rumah sakit. Dokter bahkan harus mengangkat sebagian tulang tengkoraknya untuk mengurangi pembengkakan otak.
Namun, Kennedi berhasil pulih dan kini kembali bermain sepak bola. Meski begitu, keluarganya mengaku trauma atas kejadian tersebut. Menurut Sharpe, banyak orang tua belum memahami bahaya e-bike modern.