Dua Kapal Tanker RI Tertahan, Pemerintah Segera Cari Pasokan Minyak Pengganti

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 28 Mar 2026, 05:52 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Dua kapal tanker milik Indonesia belum dapat melintasi Selat Hormuz hingga 26 Maret 2026. Keduanya adalah PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Berdasarkan data MarineTraffic, Pertamina Pride berada di utara Kota Dammam, Arab Saudi, sementara Gamsunoro berada di dekat pesisir Kuwait dan Irak. Kedua kapal membawa kargo untuk kebutuhan energi nasional dan mitra pihak ketiga.

Vega Pita, Pjs. Sekretaris Korporat Pertamina International Shipping, menegaskan keselamatan kru dan kargo tetap menjadi prioritas. Ia memastikan operasi 345 kapal Pertamina tidak terganggu dan pasokan energi dalam negeri aman.

Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz menurun drastis, hanya 99 kapal sepanjang bulan ini, jauh di bawah rata-rata 138 kapal per hari sebelum konflik. Jalur ini vital karena menyalurkan sekitar seperlima minyak dunia.

Beberapa kapal mulai menempuh rute lebih dekat ke pantai Iran untuk meningkatkan keamanan. Sekitar sepertiga pelayaran terbaru terkait dengan kapal berbendera Iran, China, dan India, termasuk kapal yang terkena sanksi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendapat instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengamankan pasokan minyak mentah dari negara lain sebagai langkah antisipatif terhadap gangguan energi akibat konflik Timur Tengah.

Bahlil menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan energi nasional, termasuk cadangan dan stabilitas harga. Saat ini, stok BBM, baik bensin maupun solar, serta LPG, dalam kondisi aman.

Ia juga meminta dukungan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak demi mengoptimalkan pasokan yang ada. “Masalah ini bukan hanya pemerintah tapi masalah kita semua,” kata Bahlil.

Kapal tanker Thailand berhasil melintasi Selat Hormuz setelah koordinasi diplomatik dengan Iran. Sementara itu, Iran menyatakan Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup dan memberikan pengawalan bagi kapal negara sahabat seperti China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India.

Negara-negara dianggap musuh, termasuk Amerika Serikat dan Israel, tidak diizinkan melintasi Selat Hormuz. Langkah-langkah ini menjadi strategi Iran menjaga keamanan jalur strategis tersebut.