Ekonomi China Tunjukkan Sinyal Positif, Aktivitas Industri dan Belanja Meningkat

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 15 Jul 2026, 10:34 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Aktivitas ekonomi China menunjukkan tanda pemulihan pada Juni 2026. Produksi industri tumbuh lebih tinggi dari perkiraan analis, sementara penjualan ritel kembali mencatat pertumbuhan setelah sempat terkontraksi pada Mei.

Data Biro Statistik Nasional China menunjukkan produksi industri naik 5,3 persen secara tahunan pada Juni. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 4,5 persen pada Mei.

Kinerja tersebut juga melampaui proyeksi Reuters yang memperkirakan pertumbuhan hanya mencapai 4,7 persen. Hasil ini menjadi sinyal positif bagi sektor manufaktur China.

Di sisi konsumsi, penjualan ritel tumbuh 1 persen secara tahunan pada Juni. Sebulan sebelumnya indikator ini masih mengalami kontraksi 0,6 persen, yang menjadi penurunan pertama dalam lebih dari tiga tahun.

Capaian penjualan ritel juga lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar. Sebelumnya analis memperkirakan penjualan ritel masih akan turun 0,1 persen.

Meski demikian, pemulihan ekonomi belum terjadi secara merata. Investasi aset tetap masih mengalami tekanan sepanjang semester pertama 2026.

Selama periode Januari hingga Juni, investasi aset tetap turun 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini lebih dalam dibandingkan kontraksi 4,1 persen pada Januari hingga Mei.

Angka tersebut juga lebih buruk dari perkiraan analis yang memproyeksikan penurunan 4,9 persen. Kondisi ini menunjukkan sektor investasi masih menghadapi tantangan besar.

Lemahnya investasi masih dipengaruhi tekanan di sektor properti dan investasi swasta. Kedua sektor tersebut belum mampu pulih secepat manufaktur maupun konsumsi masyarakat.

Data terbaru ini memperlihatkan ekonomi China mulai bergerak ke arah yang lebih baik. Namun, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah untuk mendorong investasi agar pemulihan ekonomi berlangsung lebih seimbang.