JAKARTA, Cobisnis.com - Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) yang dapat disaksikan dari wilayah Indonesia akan mencapai puncaknya pada Selasa, 3 Maret 2026, pada waktu petang di masing-masing zona waktu. Peristiwa astronomi langka ini dipastikan dapat diamati dari berbagai daerah di Tanah Air, dengan syarat kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan tebal.
Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fase awal gerhana dimulai pada pukul 18.03.56 WIB, dengan puncak gerhana terjadi pada 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menyampaikan bahwa masyarakat di seluruh wilayah Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena ini secara langsung, selama kondisi cuaca mendukung.
Ia menjelaskan, wilayah Indonesia bagian timur memiliki visibilitas yang lebih baik karena fase awal gerhana dapat diamati sejak Bulan terbit. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian barat, Bulan diperkirakan sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak saat mulai terbit.
Secara keseluruhan, rangkaian gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik, dengan fase parsial selama 3 jam 27 menit 47 detik dan fase totalitas selama 59 menit 27 detik. Fenomena ini diperkirakan berakhir sekitar 21.24 WIB atau menjelang tengah malam waktu Indonesia timur.
Pada fase puncak, Bulan berpotensi tampak berwarna kemerahan akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, ketika cahaya Matahari berpanjang gelombang pendek tersebar dan cahaya merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.
BMKG juga mencatat bahwa sepanjang tahun 2026 akan terjadi empat peristiwa gerhana, terdiri dari dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati langsung dari wilayah Indonesia.
Masyarakat diimbau memilih lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya serta terus memantau informasi cuaca dan jadwal pengamatan melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyaksikan fenomena ini secara optimal.