JAKARTA, Cobisnis.com - Ferry Irwandi menyebut investasi terbesar dalam kehidupan seseorang bukan sekadar pengetahuan, keterampilan, atau uang, melainkan mentalitas. Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi fondasi agar seseorang berani mencoba, belajar, dan mengambil keputusan baru.
Hal itu disampaikan Ferry saat berbincang dengan Cinta Laura Kiehl dalam video bertajuk Pilihan dalam Investasi Mental di kanal YouTube Paraswara dan Cinta Laura Kiehl, Jumat (30/10/2026).
Ferry mengatakan salah satu perubahan besar dalam hidupnya terjadi ketika ia menyadari bahwa dirinya bukan sosok yang istimewa. Kesadaran tersebut membuatnya berhenti terlalu memikirkan penilaian orang lain dan mulai berani melakukan hal-hal yang sebelumnya dianggap tidak sesuai dengan gengsi.
"Salah satu game changer dalam hidup saya itu ketika aku berpikir bahwa you are not special," ujar Ferry, dikutip dari kanal YouTube Paraswara dan Cinta Laura Kiehl, Jumat (30/10/2026).
Menurut Ferry, banyak orang justru menahan diri untuk mencoba sesuatu karena terlalu khawatir terhadap komentar orang lain. Padahal, tidak melakukan apa pun juga tidak menjamin seseorang terhindar dari penilaian orang lain.
"Lu jangan takut ngelakuin sesuatu karena takut diomongin orang. Lu enggak ngelakuin apa pun, orang juga bakal ngomongin lu," kata Ferry, dikutip dari kanal YouTube Paraswara dan Cinta Laura Kiehl, Jumat (30/10/2026).
Ia juga menyoroti kecenderungan anak muda yang merasa kesempatan hidupnya sudah habis ketika memasuki usia 20-an. Ferry menyebut pola pikir seperti itu sebagai mental cepat tua yang justru bisa menghambat seseorang berkembang.
Pengalamannya sendiri menunjukkan bahwa memulai sesuatu tidak harus dilakukan sejak usia muda. Ferry mulai kembali aktif membuat konten YouTube pada 2020, setelah kanalnya nyaris tidak berkembang selama sekitar 10 tahun.
Saat kembali membuat konten, Ferry berusia 29 tahun. Ia bahkan baru mulai mempelajari sinematografi dan produksi video ketika berusia 26 tahun.
"Artinya tidak ada terlalu tua untuk mempelajari sesuatu," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Paraswara dan Cinta Laura Kiehl, Jumat (30/10/2026).
Ferry juga mengingatkan bahwa kegagalan bukan berarti akhir dari perjalanan. Menurutnya, seseorang selalu memiliki kesempatan untuk memulai kembali selama masih mau belajar dan menghadapi persoalan yang ada.
Ia menilai pengetahuan dan keterampilan akan lebih mudah berkembang ketika seseorang memiliki mentalitas yang terbuka. Sebaliknya, pola pikir yang dipenuhi rasa takut, gengsi, dan ego dapat menjadi penghalang untuk menerima hal baru.
Dalam perjalanannya, Ferry mengaku pernah mengesampingkan gengsi dengan mengambil pekerjaan sebagai pengemudi layanan transportasi daring ketika masih berstatus pegawai negeri sipil. Baginya, keputusan tersebut menjadi bagian dari proses untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus terus belajar.
"Gengsi enggak bisa ngasih lu makan," kata Ferry, dikutip dari kanal YouTube Paraswara dan Cinta Laura Kiehl, Jumat (30/10/2026).
Ia menegaskan, investasi terhadap diri sendiri tidak harus selalu berbentuk pendidikan formal atau pencapaian besar. Mencoba hal baru, memperluas pengalaman, dan belajar setiap hari juga bisa memberikan nilai tambah dalam kehidupan.
Ferry pun mengajak anak muda untuk tidak terlalu cepat merasa tertinggal. Baginya, perjalanan hidup bukan perlombaan yang selesai ketika seseorang memasuki usia tertentu, melainkan proses panjang untuk terus bertumbuh.