FIFA Bantah Final Piala Dunia 2030 di Maroko

Oleh Desti Dwi Natasya pada 11 Sep 2026, 12:16 WIB

FIFA

JAKARTA, Cobisnis.com - FIFA membantah klaim pejabat tinggi sepak bola Maroko Fouzi Lekjaa mengenai penunjukan lokasi final Piala Dunia 2030 yang disebut akan berlangsung di Stadion Grand Hassan II, Casablanca.

Lekjaa yang juga menjabat Wakil Menteri Anggaran Maroko sebelumnya menyampaikan klaim tersebut dalam kampanye politiknya, meski stadion yang disebut masih dalam tahap pembangunan.

Juru bicara FIFA kembali menegaskan bahwa lokasi final Piala Dunia 2030 belum ditentukan oleh organisasi sepak bola dunia tersebut.

"Sebagaimana dikomunikasikan pada 5 Agustus 2026, FIFA akan mengambil keputusan pada waktunya," ujar juru bicara FIFA, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (11/9/2026).

Pernyataan itu kembali memunculkan sorotan terhadap persaingan venue laga puncak turnamen yang akan digelar lintas benua tersebut.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa FIFA mendekati pihak Maroko untuk memperoleh dukungan politik di tengah isu krisis kepemimpinan dan rencana investasi swasta yang mendapat penolakan.

Media Inggris The Times juga pernah melaporkan pada Agustus mengenai dugaan adanya tawaran hak penyelenggaraan final kepada Maroko.

Namun, FIFA langsung membantah kabar tersebut dan menegaskan belum pernah memberikan janji terkait venue pertandingan final.

"Adalah salah dan menyesatkan untuk mengklaim bahwa presiden FIFA telah membuat janji apa pun mengenai tempat penyelenggaraan Final Piala Dunia FIFA 2030. FIFA akan mengambil keputusan pada waktunya," tegas juru bicara organisasi saat itu.

Hingga kini, FIFA belum menetapkan pembagian venue maupun lokasi pasti untuk pertandingan pembuka dan final Piala Dunia 2030.

Turnamen tersebut akan menggunakan format lintas benua dengan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama.

Sementara itu, Uruguay, Argentina, dan Paraguay masing-masing akan menggelar satu pertandingan pembuka sebagai bagian dari peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.