FIFA Produksi 2.026 Cincin Juara Piala Dunia 2026, Hanya 30 untuk Tim Kampiun

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 18 Jul 2026, 19:06 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - FIFA menghadirkan tradisi baru pada Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen, tim juara tidak hanya membawa pulang trofi emas, tetapi juga cincin juara eksklusif.

Hadiah baru tersebut akan diberikan kepada pemenang final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey, Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB.

FIFA menyebut pemberian cincin juara menjadi sejarah baru dalam kompetisi mereka. Tradisi ini mengadopsi budaya olahraga Amerika Utara yang sudah lama diterapkan pada ajang seperti NFL, NBA, dan MLB.

Dalam pernyataannya, FIFA mengatakan cincin juara menjadi simbol pencapaian yang bisa dikenakan para pemain sebagai kenang kenangan sepanjang hidup. Hadiah ini melengkapi medali dan trofi yang selama ini menjadi identitas juara dunia.

Sebanyak 2.026 cincin diproduksi sebagai edisi terbatas. Angka tersebut dipilih untuk menyesuaikan dengan tahun penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Dari jumlah tersebut, hanya 30 cincin yang diperuntukkan bagi tim juara. Sementara 1.996 cincin lainnya akan dijual kepada penggemar sebagai produk resmi berlisensi FIFA.

Setiap cincin memiliki nomor seri individual dan dilengkapi sertifikat keaslian. Desainnya menampilkan trofi Piala Dunia pada satu sisi, sedangkan sisi lainnya akan dipersonalisasi sesuai identitas tim juara.

FIFA juga memastikan cincin dibuat sesuai ukuran masing masing penerima. Proses personalisasi dilakukan setelah final agar setiap pemain memperoleh cincin yang pas dan dapat dikenakan seumur hidup.

Sesaat setelah laga final berakhir, kapten tim dan pelatih kepala akan menerima cincin sementara sebagai simbol kemenangan. Cincin permanen kemudian diproduksi dan diserahkan dalam acara resmi pada waktu berikutnya.

Langkah ini menandai semakin kuatnya pengaruh budaya olahraga Amerika Utara dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Turnamen edisi kali ini memang kembali digelar di kawasan tersebut setelah terakhir berlangsung pada 1994.

Bagi FIFA, cincin juara diharapkan menjadi simbol baru yang mampu memperkuat nilai historis gelar juara dunia. Selain trofi yang disimpan, para pemain kini memiliki penghargaan yang bisa dikenakan sebagai pengingat pencapaian terbesar dalam karier mereka.