Gen Z Makin Takut Risiko, Asmara Jadi Korban

Oleh Zahra Zahwa pada 15 Jun 2026, 14:56 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Generasi Z dikenal lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dibanding generasi sebelumnya. Namun, sejumlah pakar menilai sikap tersebut mulai memengaruhi kehidupan asmara dan kemampuan mereka membangun hubungan dekat.

Jayden, perempuan berusia 25 tahun dari Florida, mengaku sempat menolak perasaannya kepada seorang teman. Ia khawatir hubungan itu akan berakhir buruk. Selain itu, ia takut kembali merasakan sakit hati akibat kegagalan hubungan sebelumnya.

Meski begitu, pria tersebut terus mendekatinya. Setelah itu, Jayden menyadari bahwa rasa takutnya lebih besar daripada risiko yang sebenarnya. Profesor psikologi dari University of California, Davis, Paul Eastwick mengatakan ketakutan terhadap penolakan bukanlah hal baru.

Menurutnya, manusia selama ribuan tahun menghadapi kekhawatiran yang sama saat membangun hubungan romantis. Namun, generasi muda saat ini menghadapi tekanan tambahan. Selain masalah hubungan, mereka juga berhadapan dengan tantangan finansial, kesepian, dan kesehatan mental.

Sebuah studi dari Wheatley Institute dan Institute for Family Studies menunjukkan tingkat kepercayaan diri anak muda dalam mendekati pasangan cukup rendah. Hanya sekitar satu dari tiga pria berusia 22 hingga 35 tahun yang percaya diri mendekati seseorang yang disukai.

Sementara itu, hanya sekitar satu dari lima perempuan dalam kelompok usia yang sama memiliki keyakinan serupa. Para peneliti menilai media sosial turut memperbesar rasa takut terhadap penolakan.

Di era digital, pengalaman pribadi dapat dengan mudah menjadi konsumsi publik. Karena itu, banyak anak muda merasa risiko sosial menjadi lebih besar. Meski demikian, para pakar menegaskan bahwa hubungan yang sehat membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko.

Menurut Eastwick, terlalu berusaha melindungi diri dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan membangun koneksi yang bermakna. Di sisi lain, psikolog anak dan keluarga Richard Weissbourd menilai hubungan dekat membantu seseorang mengenal dirinya sendiri.

Ia mengatakan kemampuan membangun hubungan yang kuat merupakan salah satu pengalaman paling berharga dalam kehidupan manusia.