JAKARTA, Cobisnis.com – Harga kakao dunia terus turun pada 2026, tetapi harga cokelat untuk Paskah masih tetap tinggi. Karena itu, konsumen tetap membayar lebih mahal untuk produk cokelat tahun ini.
Harga biji kakao kini berada di sekitar 3.300 dolar AS per ton. Namun, angka itu masih jauh dari dampak harga ekstrem tahun lalu.
Pada 2024, harga kakao sempat menembus 12.000 dolar AS per ton. Saat itu, produsen membeli bahan baku dengan harga tertinggi.
Akibatnya, produk cokelat yang dijual saat ini masih memakai stok kakao mahal. Karena itu, penurunan harga belum terasa di tingkat konsumen.
Data indeks harga konsumen Februari menunjukkan harga permen naik 11,6 persen dalam setahun terakhir. Selain itu, produsen juga menghadapi biaya energi dan kemasan yang meningkat.
David Branch dari Wells Fargo Agri-Food Institute mengatakan cuaca buruk menjadi penyebab utama lonjakan harga sebelumnya. Selama tiga tahun, Afrika Barat mengalami gangguan produksi serius.
Ghana dan Ivory Coast memasok sekitar 60 persen kakao dunia. Namun, hujan ekstrem dan suhu tinggi merusak hasil panen berturut-turut.
Produksi yang turun tajam memicu kekurangan pasokan global. Karena itu, pasar mendorong harga kakao naik sangat cepat.
Tahun lalu, The Hershey Company, Nestlé, dan Lindt & Sprüngli menaikkan harga produk mereka.
Lindt bahkan menaikkan harga hingga 19 persen. Sementara itu, permintaan cokelat saat musim liburan tetap tinggi.
Federasi Ritel Nasional Amerika memperkirakan warga menghabiskan 3,3 miliar dolar AS untuk permen Paskah tahun ini. Selain itu, sekitar 90 persen keranjang Paskah masih berisi cokelat.
Kondisi panen pada 2026 mulai membaik. Cuaca lebih stabil membantu produksi kakao di beberapa wilayah.