Harga Minyak Dunia Turun Tajam Setelah Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran

Oleh Zahra Zahwa pada 08 Apr 2026, 15:03 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak dunia turun tajam setelah Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua pekan dengan Iran pada Selasa waktu setempat. Langkah itu langsung mendorong optimisme pasar global.

Minyak mentah Amerika Serikat turun lebih dari 15 persen dalam perdagangan setelah jam bursa. Harganya bergerak ke bawah 95 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent turun 12,88 persen ke level 95,12 dolar AS per barel. Meski turun tajam, harga tersebut masih jauh di atas posisi sebelum perang dimulai.

Pasar saham juga merespons cepat. Kontrak berjangka DJIA melonjak lebih dari 900 poin.

Selain itu, kontrak berjangka S&P 500 naik 2,1 persen. Kontrak berjangka NASDAQ Composite juga menguat sekitar 2,5 persen.

Di Japan, indeks Nikkei 225 naik 4,9 persen pada perdagangan pagi. Namun, pasar tetap mencermati perkembangan lanjutan di kawasan.

Indeks KOSPI di South Korea naik 5,7 persen. Sementara itu, Hang Seng Index menguat 2,8 persen di Hong Kong.

Analis menilai pasar menyambut peluang terbukanya kembali Strait of Hormuz. Jalur itu mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Namun, sejumlah pihak menilai situasi masih belum jelas. Pemerintah Iran menegaskan gencatan senjata hanya bersifat sementara.