Harga Minyak Tembus 105 Dolar AS Saat Perang Iran Masuk Pekan Ketiga

Oleh Zahra Zahwa pada 16 Mar 2026, 16:40 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak dunia kembali melonjak setelah konflik bersenjata di Iran memasuki pekan ketiga dan memicu gangguan besar pada distribusi energi global melalui Strait of Hormuz.

Minyak mentah Brent naik hingga sekitar 106,12 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Amerika Serikat menembus 101,53 dolar AS per barel yang menjadi level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Gangguan utama terjadi karena Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia praktis sulit dilalui kapal tanker setelah meningkatnya ancaman militer dan pemasangan ranjau laut di jalur tersebut.

Donald Trump meminta dukungan internasional untuk membuka kembali jalur pelayaran minyak sambil menegaskan bahwa United States akan menyiapkan pengawalan militer bagi kapal tanker dari kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, serangan terhadap Kharg Island yang menjadi pusat produksi minyak Iran ikut memperbesar kekhawatiran pasar meski pemerintah Amerika menyatakan fasilitas produksi utama Iran belum sepenuhnya ditargetkan.

Kenaikan harga minyak juga mulai berdampak pada harga bahan bakar dan logistik global karena distribusi pupuk, produk pangan segar, serta komoditas penting lain yang melewati Selat Hormuz ikut terancam terganggu.