JAKARTA, Cobisnis.com - Peternak ayam broiler menghadapi tekanan akibat biaya produksi yang meningkat di tengah penurunan harga jual ayam. Kenaikan biaya terutama terjadi pada harga pakan dan day old chick atau DOC.
Peternak Rakyat Mandiri Indonesia atau Permindo mencatat harga pakan starter untuk ayam usia 7 hingga 21 hari kini rata rata mencapai Rp9.400 per kg. Sebelumnya, harga pakan berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp8.500 per kg.Anggota Permindo Asep Saepudin mengatakan kenaikan biaya produksi tidak terlepas dari harga bahan baku pakan, termasuk jagung. Harga jagung saat ini disebut telah berada di atas Rp7.800 per kg dan di sejumlah daerah bahkan lebih dari Rp8.000 per kg.
Namun, harga jagung tersebut tidak secara langsung mencerminkan biaya yang ditanggung peternak ayam broiler. Sebagian besar peternak ayam pedaging menggunakan pakan jadi dari pabrikan, bukan membeli jagung secara langsung.
“Jagung SPHP lebih banyak dinikmati peternak ayam petelur karena rata rata mereka mencampur pakan sendiri. Pakan ayam broiler berbeda karena harus dipadatkan atau dibentuk,” ujar Asep dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).
Di sisi lain, harga live bird atau ayam hidup di tingkat peternak justru berada di bawah harga pokok produksi. Saat ini harga ayam hidup berada di kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per kg, sedangkan HPP mencapai sekitar Rp23.000 hingga Rp23.500 per kg.
Kondisi tersebut membuat ruang usaha peternak semakin tertekan. Harga jual ayam belum mampu menutup biaya produksi, sementara harga pakan dan DOC terus meningkat.
Tekanan biaya produksi juga diperkirakan masih berlanjut pada awal Oktober. Permindo memperkirakan harga pakan kembali naik sekitar Rp150 hingga Rp300 per kg karena pasokan jagung semakin terbatas.
“Awal Oktober, harga pakan diperkirakan naik lagi Rp150 hingga Rp300 per kilogram. Informasinya harga masih akan terus naik karena stok jagung tidak tersedia dan pasokannya sulit,” ujar Asep.
Atas kondisi tersebut, Permindo meminta pemerintah mengendalikan harga di sepanjang rantai produksi ayam broiler. Peternak meminta harga bahan baku pakan ditekan agar harga pakan jadi dapat kembali berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kg seperti pada 2025.
Permindo juga meminta harga DOC dikendalikan pada kisaran Rp5.500 hingga Rp6.000 per ekor. Selain itu, pemerintah diminta menaikkan Harga Acuan Penjualan atau HAP ayam hidup menjadi Rp27.000 per kg.
“Karena tidak terkendalinya harga pakan dan DOC, kami minta HAP LB dinaikkan menjadi Rp27.000 per kilogram,” tegas Asep.
Permindo juga meminta pemerintah mengendalikan stok DOC yang berlebih agar produksinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasional. Peternak menilai pengaturan tersebut diperlukan untuk menjaga keseimbangan produksi dan kebutuhan ayam.
Selain itu, Permindo mendorong pengendalian harga ayam hidup di kisaran Rp25.000 hingga Rp27.000 per kg. Harga tersebut dinilai dapat membuat harga jual di tingkat peternak lebih seimbang dengan biaya produksi.
Permindo juga meminta pemerintah memperkuat koordinasi dan pengawasan di sepanjang rantai produksi ayam broiler. Pengawasan mencakup ketersediaan dan harga bahan baku pakan, DOC, hingga harga ayam hidup.
Menurut Permindo, pengendalian tersebut diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak. Keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual juga dinilai penting agar tekanan yang dihadapi peternak tidak semakin besar.