JAKARTA, Cobisnis.com – Ilmuwan menemukan mikroba hidup di dalam batu berusia sekitar 2 miliar tahun yang berasal dari Kompleks Igneus Bushveld, Afrika Selatan. Penemuan ini menjadi salah satu bukti kehidupan tertua yang pernah ditemukan di lingkungan batuan purba.
Sampel batu diambil dari kedalaman sekitar 15 meter di bawah permukaan tanah sebelum dianalisis menggunakan berbagai metode pencitraan modern. Hasil penelitian menunjukkan adanya mikroba yang masih hidup di dalam retakan kecil yang tertutup lapisan tanah liat.
Lapisan tanah liat tersebut berfungsi sebagai penyegel alami yang melindungi mikroorganisme dari pengaruh lingkungan luar selama miliaran tahun. Kondisi ini memungkinkan mikroba bertahan hidup dalam lingkungan yang sangat stabil dalam waktu yang sangat panjang.
Para peneliti menggunakan mikroskop fluoresensi, mikroskop elektron, dan spektroskopi inframerah untuk memastikan mikroba tersebut benar-benar berasal dari dalam batu. Analisis DNA dan protein juga dilakukan guna memastikan sampel bukan berasal dari kontaminasi modern.
Temuan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang mencatat mikroba hidup di sedimen bawah laut berusia sekitar 100 juta tahun. Karena itu, penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai kemampuan kehidupan bertahan dalam kondisi ekstrem.
Menurut tim peneliti, kawasan Bushveld menjadi lokasi ideal karena aktivitas geologinya relatif stabil sejak terbentuk sekitar 2 miliar tahun lalu. Stabilitas tersebut memungkinkan mikroba bertahan di dalam celah batu tanpa banyak perubahan lingkungan.
Penemuan ini juga memberi harapan baru bagi pencarian kehidupan di luar Bumi, terutama pada batuan yang berasal dari Mars. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dinilai berpotensi diterapkan untuk memeriksa sampel batu dari planet lain.
Selain memperluas pemahaman tentang evolusi kehidupan di Bumi, penelitian ini membuka peluang untuk mempelajari bagaimana organisme dapat bertahan dalam kondisi yang sangat ekstrem selama miliaran tahun. Hasilnya menjadi referensi penting bagi penelitian geologi, mikrobiologi, hingga eksplorasi antariksa di masa depan.